Daerah Berbahaya Diturunkan, BNPB Pulangkan Sebagian Pengungsi

Puji Sukiswanti

Image
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat memaparkan akibat gempa bumi | AKURAT.CO/Muslimin

AKURAT.CO, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi dan fluktuatif.

Hasil analisis data visual dan instrumental meliputi seismik, deformasi dan geokimia, menunjukkan saat ini Gunung Agung masih berada dalam fase erupsi.

Dia menjelaskan, material erupsi berupa lava yang mengisi kawah, hembusan/letusan abu, dan lontaran batuan di sekitar kawah masih berpotensi terjadi.

baca juga:

Lawan Bali United, Kemenangan Harga Mati bagi Persib

INFOGRAFIS Fakta di Balik Daftar 200 Nama Mubaligh Ala Kemenag

Menyamar Jadi PSK, Dua Polwan ini Berhasil Ungkap Praktik Prostitusi

Dan data deformasi dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan trend yang stagnan yang mengindikasikan belum ada peningkatan pada sumber tekanan yang signifikan.

Perkiraan potensi bahaya saat ini berupa lontaran batu pijar, pasir, kerikil, dan hujan abu pekat juga lahar hujan diperkirakan melanda area di dalam radius 6 kilometer dari kawah.

“Daerah berbahaya diturunkan yang sebelumnya radius 8-10 kilometer merupakan daerah berbahaya sekarang menjadi 6 kilometer. Artinya masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung,” terangnya, Kamis (4/1).

Pihaknya menambahkan, Kepala PVMBG, Kasbani telah melaporkan kepada BNPB untuk mengambil langkah-langkah penanganan pengungsi.

“Dengan penurunan daerah berbahaya yaitu menjadi di dalam radius 6 kilometer maka ribuan masyarakat yang mengungsi yang berasal dari desa yang aman boleh pulang ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.  

Berdasarkan analisis peta kawasan rawan bencana, terdapat 12 desa di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah.

12 desa tersebut harus dikosongkan dan warganya harus mengungsi. Dari 12 desa tersebut terdapat 7 desa yang ada penduduknya dan 5 desa yang tidak ada penduduknya di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah.

“Jumlah  pengungsi 70.610 jiwa yang tersebar di 240 titik pengungsian. Agar pemulangan pengungsi berjalan tertib, BNPB bersama Satgas Tanggap Darurat melakukan koordinasi. Kendaraan disiapkan untuk memfasilitasi para pengungsi yang akan pulang,” ujarnya

Selain itu juga Pasebaya juga terus menginformasikan kepada masyarakat terkait penurunan radius berbahaya Gunung Agung.

"Bukan hanya pemulangan pengungsi saja yang dilakukan, tapi juga dukungan logistik, pemindahan pengungsi ke titik yang dekat dan lainnya. Pemerintah dan Pemda dibantu unsur lainnya masih berkoordinasi untuk proses pemulangan dan penanganan pengungsi,” tutupnya.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image