Inilah Mengapa Orang Tertarik Bahas Kesehatan Mental Trump

Safaraz

Image
Donald Trump minum minuman bersoda | DAILYMAIL.CO.UK

AKURAT.CO, Ada satu pertanyaan besar yang muncul sejak Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat (AS): Apakah mentalnya sehat untuk jabatan tersebut?

Pertanyaan itu kembali muncul setelah terbitnya buku baru yang ditulis jurnalis asal New York Michael Wolff yang menceritakan tahun pertama Gedung Putih era Trump. Gedung Putih dan para pendukung Trump menuduh buku itu penuh kebohongan dan tidak akurat.

Meski demikian, banyak pihak menilai buku itu mampu menggambarkan sosok presiden AS yang tidak sabat dan tidak dapat fokus, sering bertele-tele dan mengulang-ulang sendiri perkataannya.

baca juga:

INFOGRAFIS Deru Yerusalem

Presiden Mesir Tekankan pada AS Soal Dukungannya pada Palestina

Temuan Uang Sejumlah Rp404 Miliar Diduga Masih Terkait dengan Najib Razak

Trump juga menyerang balik Wolff dengan mengklaim melalui Twitternya. Trump juga memuji dirinya sendiri sebagai pribadi “jenius yang sangat stabil dengan dua aset terbesar yakni stabilitas mental dan, seperti, sangat cerdas.”

 Meski demikian, perilaku dan gaya berbicaranya membuat beberapa pakar menduga Trump menderita penyakit, mulai dari Alzheimer hingga kelainan kepribadian narsisistik. Situasi ini pun memicu perdebatan baru bagi para petugas medis.

Berbagai spekulasi itu semakin memanas dengan buku baru Fire and Fury di mana Wolff menulis bhawa selama dia mendapat akses ke Gedung Putih untuk menyiapkan buku tersebut, dia melihat orang-orang di sekitar Presiden Trump menyadari bahwa “kekuatan mentalnya tergelincir.”

Selama kampanye marketing buku tersebut, Wolff menjelaskan, Trump, 71, sering mengulang-ulang sendiri ucapannya. Pengulangan itu dapat diakibatkan karena memori jangka pendek yang buruk, serta faktor-faktor lain.

Itu juga dapat menjadi tanda demensia yang mempengaruhi 5-8% orang di usia 60 tahun di penjuru dunia, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia. “Semua orang yang secara menyakitkan menyadari meningkatkan pengulangan itu. Ini sudah biasa dalam 30 menit dia mengulang, kata per kata dan ekspresi per ekspresi, sama dengan tiga cerita bahwa sekarang itu terjadi dalam 10 menit,” tulis Wolff, dikutip BBC (6/1).

Trump marah dengan terbitnya buku tersebut. Dia menganggap buku itu penuh kebohongan. Trump juga menyatakan dia tidak memberi izin apapun ke Gedung Putih untuk Wolff.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image