Trump Sambut Tantangan Oprah Winfrey dalam Pemilu Presiden 2020

Safaraz

Image
Oprah Winfrey siap tantang Trump pada pemilu mendatang | Reuters

AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan senang akan menghadapi Oprah Winfrey sebagai lawan dalam pemilu presiden 2020.

Pernyataan itu diungkapkan juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley saat berada di pesawat Air Force One bersama Trump.

Pernyataan Gidley muncul setelah Winfrey membuat heboh netizen dengan pidatonya dalam acara Golden Globe. Netizen pun mendukung Winfrey masuk ke arena politik.

baca juga:

INFOGRAFIS Deru Yerusalem

Trump Mengirimkan Surat kepada Pemimpin Korut, Isinya Ini

Trump: AS dalam "Pembicaraan Produktif" Soal Pemulihan Pertemuan dengan Korut

"Kami menyambut tantangan itu, baik itu Oprah Winfrey atau orang lain. Kami menyambut semua pendatang," Kara Hogan Gidley saat terbang ke Nashville pada Senin (8/1) waktu lokal.

Winfrey, 63, mencuri perhatian di acara Golden Globe dengan pidatonya saat menerima penghargaan Cecil B DeMille untuk pencapaiannya.

Jagad Twitter pun banjir dengan tagar "#Oprahforpresident" dan "#Oprah2020."

Winfrey diketahui aktif berbicara tentang pencalonannya, menurut keterangan dua teman dekatnya. CNN tidak menyebut nama dua teman Winfrey tersebut. Meski demikian satu sumber menyatakan Winfrey belum membuat keputusan pasti.

Winfrey pernah menyatakan dia tidak tertarik mencalonkan diri sebagai presiden, Los Angeles Times mengutip Stedman Graham, teman lama Winfrey yang menyatakan, "Ini tergantung pada orang. Dia tentu akan melakukannya."

Sambil mengenakan gaun hitam untuk menunjukkan dukungan pada para korban pelecehan seksual, dia menggunakan kesempatan pidatonya untuk mempromosikan gerakan "Time's Up" melawan pelecehan seksual.

Dia pun memberikan dukungan pada mereka yang telah berani bicara tentang pelecehan seksual yang mereka alami baik di Hollywood, politik atau media.

"Dia memiliki ruangan di tangannya. Ini seperti kampanye," ujar Sherry Bebitch Jeffe, pakar politik dari University of Southern California's Price School of Public Policy.

"Pidato sembilan menit itu membuat semua pengunjung acara itu bertepuk tangan sambil berdiri dan memicu 220.000 posting di media sosial menyebutkan kata "Oprah" dan "president" hanya dalam 24 jam," ungkap Todd Grossman pakar media sosial dari Talkwalker.

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image