Relawan, Driver Ojol bersama Walikota Samarinda Bagikan Masker Antisipasi Difteri

Rusdianto

Image
Relawan Ojek Online (Ojol) bersama sejumlah komunitas di Samarinda menggelar aksi membagikan masker kepada pengendara | AKURAT.CO/Rusdianto

AKURAT.CO, Hujan deras tak menyurutkan langkah ratusan relawan Ojek Online (Ojol) bersama sejumlah komunitas di Samarinda untuk menggelar aksi membagikan masker kepada pengendara yang melewati kawasan Simpang Empat Mall Lembuswana Samarinda, Sabtu (13/1) sore.

Sempat tertunda karena hujan, namun kegiatan yang juga dihadiri Walikota Samarinda Syaharie Jaang tersebut, sukses membagikan sekitar 12.000 buah masker kepada pengguna jalan.

"InshaAllah Senin besok, kami akan kordinasi lebih lanjut.  Kalau soal penetapan status KLB (kejadian luar biasa) kan ada aturannya, yang penting Pemkot melakukan upaya pencegahan, agar masyarakat  tidak resah" ujarnya ditemui wartawan dilokasi.

baca juga:

Takjil Manis Tanpa Rasa Teroris

15 Ribu Paket Zakat Senilai Rp4,5 Miliar Akan Disalurkan Baznas Sumut Tahun Ini

Ketagihan Film Porno, Kuli Penyadap Karet Cabuli Remaja Belia saat Ramadan

Sementara itu, saat ditanya apakah Pemkot Samarinda menyediakan anggaran khusus untuk menangani kasus difteri  tersebut, Jaang  mengaku anggaran yang disediakan di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda masih mencukupi.

"Ada anggarannya, cukup. Makanya kita himbau masyarakat untuk melakukan imunisasi, gratis untuk anak. Kalau yang dewasa kan bisa mandiri," tukasnya.

Perihal adanya kabar bahwa ruang isolasi  RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) yang tak lagi dapat menampung pasien difteri. Jaang  memastikan dirinya telah berkoordiasi dengan rumah sakit yang ada di Samarinda untuk menyiapkan ruang perawatan intensif.

Sementara itu Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Deasy Evriyanti menjelaskan, saat ini, berdasarkan data terakhir DKK Samarinda, total warga yang sudah dirawat di ruang isolasi RSUD AW Syahranie karena Difteri mencapai 23 orang.

Terdiri sari 14 orang yang masih dirawat, dan sudah pulang sebanyak 9 orang.

"Sampai saat ini belum ada yang positif, berdasarkan uji Kultur.  Termasuk beberapa suspect yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan hasilnya belum keluar. Kemungkinan besar negatif.  Dan belum ada kematian karena difteri" paparnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktifitas di keramaian, khsususmya saat kondisi tubuh kurang baik.  Karena, lanjutnya penularan Difteri melalui apa yang disebut air bone deseas atau penularan lewat udara.

DKK Samarinda sendiri, katanya terus melakukan imunisasi secara berkala.  Saat ini masih difokuskan ke wilayah yang dekat dengan tempat tinggal suspect difteri. Khususnya di beberapa sekolah, karena anak-anak rentan terpapar disekolah.

"Sampai hari ini sudah 2.300 orang yang diimunisasi di sekolah-sekolah, program ini juga akan terus dilakukan, Senin nanti kami akan menggelar imunisasi untuk 900 orang anak, yang juga akan dihadiri Gubernur," jelasnya.

Ia memastikan, meskipun merupakan penyakit yang berbahaya. Namun difteri merupakan penyakit yang bisa dicegah dan diobati.

"Salah satunya adalah dengan imunisasi, dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," tuturnya.

Ketua Informasi Taruna Samarinda (ITS)  yang juga koordinator aksi Joko Iswanto mengatakan, ia bersama sejumlah relawan dan komunitas mengumpulkan masker secara swadaya untuk dibagikan kepada masyarakat secara gratis, sebagai bentuk kepedulian  terhadap wabah yang tengah melanda kota Samarinda

"Kami akan melakukan aksi lanjutan, semoga bisa bermanfaat dan membantu mengurangi penyebaran dfteri di Samarinda," ungkapnya.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image