Pilkada Serentak 2018

Promosikan Puti di Acara GP Ansor, Netralitas Risma Dipertanyakan

Adi Suprayitno

Image
Puti (kerudung merah) bersama pengurus PC Ansor Surabaya, dan Tri Rismaharini ketika menghadiri pembukaan Rakercab | AKURAT.CO/Adi Suprayitno

AKURAT.CO, Netralitas Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini dipertanyakan. Setelah beberapa hari sebelumnya ikut safari politik bersama Bakal Cawagub Jatim, Puti Guntur Soekarno, kini wali kota dua periode tersebut mempromosikan Puti di hadapan ratusan kader Ansor Surabaya yang mengikuti Rakercab 1 tahun 2018.

Risma secara terang-terangan meminta kader Ansor membantu Puti dalam Pilgub Jatim. Risma optimis pasangan Cagub-Cawagub Jatim, Saifullah Yusuf - Puti terpilih angka putus sekolah bisa menurun. 

"Bantuen Puti rek. Kalian tahu banyak yang putus sekolah itu kalau tidak dari NU, tidak dari PDIP. Nanti biar bisa bantu SMA/SMK," ujar Risma ketika memberi sambutan pembukaan Rakercab Ansor Surabaya, di Hotel Sheraton, Minggu (11/2).

baca juga:

INFOGRAFIS Paket Kombo Teror Keluarga (Berencana) Untuk Surabaya

Polisi Amankan Pria yang Simpan Tas Diduga Bom di Mini Market

Teroris yang Bunuh Diri Itu Korban Kesesatan Pikiran

Harapan Risma agar angka putus sekolah bisa menurun hingga dapat melanjutkan sekolah hingga jenjang SMA/SMK. Mengingat saat ini Pemkot Surabaya sudah tidak bisa mengelola SMA/SMK.

Jika banyak yang putus sekolah maka angka kriminalitas tinggi. Masyarakat bisa menjadi penjambret karena menganggur, dan tidak sekolah.

"Saya sudah tidak bisa ngurus SMA/SMK kan ditarik ke Pemprov. Maka kalau Puti jadi, bisa kelola SMA/SMK," ungkap Risma.

Dalam pembukaan rakercab tersebut, Risma mengaku prihatin menurunnya semangat Ansor dalam membentengi munculnya gerakan-gerakan garis keras. Mantan kepala Bappeko Surabaya itu meminta agar Ansor tetap menjaga masjid dan mushola yang ada di Surabaya agar tidak jatuh ke tangan aliran garis keras.

"Kenapa sekarang minggir, seolah-olah kita putus. Tidak bisa diambil, yang semestinya bisa diambil oleh Ansor.

Tolong sekarang ditangani masjid dan mushola. Jangan pas sholawatan aja ngumpul. Kalau tidak ditangani akan dimasuki aliran keras," pintanya.

Orang nomer satu dijajaran Pemkot Surabaya itu meminta Ansor terus memantau potensi munculnya gerakan radikal. Mengingat mereka selalu merasa paling benar.

Padahal dia tidak berjuang mendirikan dan membangun bangsa Indonesia. Jika terus dibiarkan, maka akan banyak yang akan menggerogotinya. 

"Pantau terus Di Kecamatan Tegal Sari kita kecolongan. Mana ketua PAC Tegal Sari. Kalau kita tidak masuk disitu seolah-olah kita pisah dengan masyarakat. Ini bisa dimanfaatkan mereka," tuturnya.

Alumni ITS Surabaya itu mengajak seluruh kader Ansor agar tidak minder atau rendah diri dalam menjaga bangsa. Dulu banyak suhada yang memperjuangkan berdirinya Indonesia.

"Mari bersama-sama. Kalau tidak begitu tidak banyak yang suhada, karena tidak bisa memperjuangkan. Jangan minder.Kaya saya pesek, jelek, pendek, tapi tidak minder," tegasnya.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image