Usai Ditangkap KPK, PDIP Akan Cek Status Keanggotaan Marianus Sae di Partai

Yudi Permana

Image
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (10/1). HUT PDIP ke 45 ini mengambil tema Pancasila Bintang Penuntun Indonesia Raya. Hadir dalam acara ini Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla serta politikus dari berbagai partai, seperti Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen NasDem Johnny G Plate, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Perindo Hary Tanoesodibjo, dan Ketua PSI Grace Natalie. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mengaku akan melakukan pengecekan keanggotaan terhadap Marianus Sae di partai. Hal itu dilakukan usai Bupati Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerimaan fee dari sejumlah proyek yang ada di wilayahnya.

Pengecekan yang dimaksud guna mengetahui apakah Marianus Sae (MS) merupakan anggota PDI Perjuangan (PDIP) yang sah atau tidak. Pasalnya, dalam pergelaran Pilkada Serentak 2018, Bupati Ngada selama dua periode itu telah mencalonkan diri sebagai calon gubernur (Cagub) NTT yang berpasangan dengan Emilia J Nomleni. Pasangan Calon tersebut diusung oleh PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"DPP PDI Perjuangan akan segera melakukan pengecekan, apakah MS adalah anggota partai yang sah sebagai pemegang KTA PDI Perjuangan atau tidak. Karena sebelumnya beliau adalah Mantan Ketua PAN/Bupati Kab Ngada NTT, yang mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan, dalam kapasitas diusung oleh PKB, bersama Bakal Cawagub Eni Nomleni yang merupakan kader PDI Perjuangan (Ketua DPC TTS)," ujar Andreas saat dimintai tanggapan, Minggu (12/2) malam.

baca juga:

Inilah Pesan Soekarwo Pasca KPK Tangkap Anton dan 18 Legislator

Puti Guntur Konsolidasi Pengurus-Kader PDIP Sumenep

KPK Bakal Panggil Ulang Joko Widodo?

Ia mengatakan, apabila Marianus terbukti sebagai anggota sah pemegang KTA PDIP, maka yang bersangkutan otomatis dipecat dari keanggotaan partai, karena terjaring OTT tim satgas KPK.

"Sebagai partai yang mendukung penuh pemberantasan korupsi, kami memberikan apresiasi kepada KPK yang telah melaksanakan OTT terhadap saudara MS. Karena bagaimanapun dengan tertangkapnya saudara MS sebelum penetapan oleh KPUD, menutup yang bersangkutan untuk melaksanakan praktek korupsi yang lebih jauh lagi," katanya.

Bahkan Andreas berdalih, bahwa situasi akan lebih buruk apabila Marianus sudah ditetapkan menjadi cagub atau nantinya sudah terpilih menjadi orang nomor satu di NTT, lalu melakukan korupsi, akan merugikan rakyat disana.

"Karena akan lebih menyusahkan rakyat NTT kedepannya. PDI Perjuangan selalu menghendaki pemimpin atau Kepala Daerah yang bersih dan melaksanakan pemerintahan dengan prinsip good and clean governance," ujar Andreas dengan mengklaim.

Sebelumnya diketahui, lembaga antirasuah kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang. Ternyata, satu dari dua orang yang terkena operasi senyap ialah Bupati Ngada yang juga Cagub NTT, Marianus Sae.

Marianus diduga menerima fee dari sejumlah proyek di wilayah Ngada, NTT. Karena itu, KPK menciduk orang yang bersangkutan. "Terkait fee proyek," jelas Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Selain Marianus, KPK juga mengamankan seorang perempuan yang diduga terkait kasus yang sama. Keduanya tiba berbarengan di Gedung Merah Putih KPK sekira pukul 17.15 WIB.

Febri mengungkapkan, masih ada pihak dari daerah lain yang akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sejumlah pihak tersebut masih dalam satu rangkaian kasus dalam operasi senyap pada hari ini. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. []

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image