Duterte Perintahkan Tentaranya Tembak Pemberontak Wanita di Bagian Vagina

Safaraz

Image
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. | REUTERS

AKURAT.CO, Presiden Filipina Rodrigo Duterte pekan lalu memerintahkan tentaranya secara khusus menargetkan pemberontak perempuan dengan menembak mereka di vagina.

Saat pidato di depan kelompok bekas pemberontak komunis, Duterte menyatakan tentaranya tidak boleh membunuh pemberontak perempuan kecuali menembaknya di vagina karena tanpa itu mereka tidak berguna.

“Katakan pada tentara. Ada perintah baru datang dari wali kota. Kami tidak akan membunuhmu. Kami hanya akan menembak vaginamu. Jika di sana tidak ada vagina, tidak akan berguna,” kata Duterte, dikutipNews.Vice.com.

baca juga:

Presiden Mesir Tekankan pada AS Soal Dukungannya pada Palestina

Temuan Uang Sejumlah Rp404 Miliar Diduga Masih Terkait dengan Najib Razak

Bandara Militer di Wilayah Suriah Timur Jadi Sasaran Agresi Rudal

Dalam terjemahan resmi pemerintah atas pidato pada 7 Februari itu, mereka mengganti kata vagina dengna tanda garis. Transkrip pidato menulis hadirin tertawa mendengar perkataan Duterte.

Sejak berkuasa pada Juni 2016, Duterte mendorong perang berdarah melawan para pengedar dan pengguna narkoba hingga menewaskan ribuan orang. Banyak terjadi pembunuhan bergaya eksekusi dalam operasi pembersihan narkoba itu.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pekan lalu telah membuka pemeriksaan awal terkait perang narkoba itu. Meski demikian, pemeriksaan awal ICC dalam kejahatan perang di Afghanistan memerlukan waktu lebih dari satu dekade. Tampaknya Duterte tidak akan menghadapi dakwaan dalam waktu dekat dari ICC.

Komentar Duterte sering dianggap misoginistik. Dia juga pernah membuat lelucon tentang memperkosa misionaris Australia, membuat lelucon pemerkosaan tentang Miss Universe dan mengatakan pada para tentara bahwa mereka mendapat izin memperkosa tiga perempuan selama konflik tanpa dihukum.

Bulan lalu di India, Duterte menyatakan dia ingin menarik lebih banyak turis ke Filipina dengan menawarkan 42 perawan. Juru bicara Duterte menyatakan sikap para feminis terlalu berlebihan. “Saya maksud, itu lucu. Ayolah, hanya bercanda,” kata juru bicara Duterte, Harry Roque.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image