KPK: Nama Ibas Dalam Buku Hitam Novanto Jadi Percuma Bila Tak Diungkap

Bayu Primanda

Image
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan jika pihaknya melanjutkan pemeriksaan atas dugaan korupsi PDAM Banjarmasin | AKURAT.CO/Febri Diansyah

AKURAT.CO, Misteri penulisan nama Ibas dalam buku hitam yang sering dibawa terdakwa Setya Novato ke ruang sidang dinilai percuma bila tak diungkap dalam proses persidangan.

 Diketahui, dalam buku yang disebut 'Black Box' ini konon tercantum nama-nama yaang menurut Novanto terkait perkara korupsi e-KTP yang salah satunya adalah Ibas atau Edhi Baskoro Yudhoyono.

Menurut Jubir KPK, Febri Diansyah, apapun yang dicatat dalam buku tersebut, hanya menjadi tulisan semata, tanpa memiliki kekuatan hukum apapun. 

baca juga:

Inilah Pesan Soekarwo Pasca KPK Tangkap Anton dan 18 Legislator

KPK Bakal Panggil Ulang Joko Widodo?

Relawan Deklarasikan Abraham Samad sebagai Capres 2019

KPK mengharapkan mantan Ketua DPR RI itu mau memberikan informasi apa saja yang termaktub dalam buku tersebut yang tentunya terkait dengan kasus korupsi e-KTP.

Tentunya hal ini menjadi sangat berharga, terlebih Novanto saat ini tengah berjuang mendapatkan status Justice Collaborator (JC) yang salah satu syaratnya mengungkap keterlibatan pihak lain maupun kasus lain yang lebih besar. 

"Siapapun bisa punya buku dan siapapun bisa menulis bukunya tapi informasi itu baru berharga. Kalau kita kaitkan dengan konteks posisi Justice Collaborator, informasi tersebut baru akan berharga apabila itu disampaikan proses persidangan atau dalam proses penyidikan," ujar Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa(13/2). 

KPK menunggu keputusan dari Novanto apakah akan membeberkan informasi tersebut atau tidak di persidangan.  Telerbih keterlibatan Ibas maupun pihak lain dalam kasus e-KTP yang telah ditulisnya dibuku tersebut masih perlu ditelaah kembali oleh KPK, sebelum menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan Novanto

"Jadi saya kira tidak perlu. Jangan sampai kita terjebak dengan istilah buku hitam. Kalau itu hanya ditulis dalam buku tersebut tentunya itu tidak akan mempunyai kekuatan hukum kecuali jika disampaikan pada penyidik dalam proses pemeriksaan misalnya, ataupun diproses persidangan. Ketika itu disampaikan dalam proses yang projusticia kami akan melakukan kroscek dalam melihat kesesuaian dengan bukti-bukti yang lain," tegasnya.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image