Bareskrim Polri Gagalkan Aksi Penyelundupan Baby Lobster

Miftahul Munir

Image
Empat penyelundup baby lobsteer yang diamankan Bareskrim Polri | AKURAT.CO/Miftahul Munir

AKURAT.CO, Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia mengagalkan penyelunduoan bayi lobster ke Singapura.

Kasubdit 4 Dirtipter Bareskrim Polri, Kombes Pol Parlindungan Silitonga mengatakan, pihaknya mengamankan empat orang berinisial DS, KM, ML alias ER dan AHI, yang akan selundupkan bayi lobster.

Dalam melakukan aksinya ke empat pelaku sengaja menyembunyikan baby lobster di balik sayuran dalam sterofoam. Selanjutnya sterofoam tersebut dikirim melalui jasa cargo.  

baca juga:

Wartawan Dikeroyok Geng Motor saat Liputan Malam di Tangerang

KAKI Menduga Ada Mafia Proyek dalam BPPJB Pemprov DKI Jakarta

Komisaris Sumarjono Meninggal di Kamar Hotel Melati

"Kami dapatkan informasi salah satu cargo Bandara Soeta akan selundupkan lobster Minggu (11/2). Kemudian, hari ini Rabu (14/2) kami temukan 12 box berisi benih lobseter dioplos dengan sayur," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk memudahkan aksi penyelundupan tersebut, pelaku menggunakan nama perusahaan PT. HSL dan PT ASU. Sebab, dengan begitu bisa memuluskan aksi penyelundupan demi meraup keuntungan besar.

"Modus operandi pengepakan bibit Lobster yang saat ini disamarkan dari PT HSL dan PT ASU sehingga perizinan menggunakan sertifikat dan karantina tumbuhan," terangnya.  

Dalam pengungkapan ini, dinilai olehnya terbilang mudah karena yang menyelundupkan baby lobster pejabat perusahaan berinisial KM selaku Direktur PT ASU dan Direktur PT HSL ML alias ER.

"Ditemukan dokumen kita melakukan penyelidikan dan kita temukan selama 6 hari kita mengamankan yang harus bertanggung jawab atas pengiriman itu. Dari keduanya kita kembangkan dan berhasil menangkap AHI dan DS," tuturnya.  

Dari pengakuan pelaku, baby lobster itu ia dapatkan di perairan Jawa Barat. Aksinya ini pun sudah berjalan sebanyak lima kali dengan keuntungan yang di dapat sebesar 6,7 Miliar setiap penyelundupan.

"Dari 33.400 benih Lobster, jika dihitung harga pasaran sebesar Rp 6,7 miliar," tandasnya.  

Para pelaku dijerat dengan Pasal 16 junto Pasal 88 UU nomer 31 tahun 2004 tentang perikanan. dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp 1,5 Milyar.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image