Tito Karnavian Sebut Keamanan Kompleks Parlemen Lemah

Arief Munandar

Image
Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung DPR RI | AKURAT.CO/Arief Munandar

AKURAT.CO, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut keamanan di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta masih lemah.

Tito mengatakan itu usai bertemu dengan pimpinan DPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Rabu (14/2). Adapun pertemuan itu untuk menandatangani nota kesepakan antara DPR dan kepolisian dalam rangka peningkatan keamanan di lingkungan DPR.

Tito menyatakan bahwa meningkatkan keamanan di kompleks parlemen adalah hal yang ingin diwujudkannya sejak 2003 lalu. Mengingat pada 2003, telah terjadi ledakan bom akibat lemahnya keamanan.

baca juga:

DPR Nilai Perbaikan Infrastruktur Drastis di Era Jokowi

Mengapa KPU Bersikukuh Tetap Larang Napi Ikut Nyaleg, Meski Ada yang Menentang?

Pemerintah dan Komisi VIII Sepakat Naikkan Optimalisasi Dana Haji Jadi Rp6,87 Triliun

"Tahun 2003 disini pernah ada ledakan bom yang saat itu ketua timnya saya, dan kita ungkap saat itu dari pengalaman kasus bom itu kita evaluasi sisi pengamannya ternyata banyak sekali kelemahan," kata Tito usai menandatangani nota kesepakan itu.

Tito membeberkan banyaknya pintu-pintu tanpa adanya penjagaan ketat membuat siapapun dapat masuk ke dalam gedung yang menjadi kantor wakil rakyat ini. Bahkan adapula penjual alat tulis yang menjajakan produknya ke ruangan di gedung ini.

"Bayangkan kalau mereka pelaku kejahatan," imbuhnya.

Oleh karena itu, Tito membeberkan sejak 2004 pihak kepolisian menerjunkan sebanyak 41 personel guna membantu pengamanan. "Ada pengamanan khusus dan ada 41 anggota polisi yang ditugaskan di gedung ini untuk mengkoordinir pengamanan," ujarnya.

Meski begitu, Tito belum dapat menjelaskan pengamanan apa yang akan diterapkan saat ini. Termasuk jumlah personel yang akan ditambahkan dan anggaran yang dibutuhkan.

"Untuk itu kita mengevaluasi bersama pimpinan DPR agar dibuat ini menjadi lebih tertib dan aman," pungkasnya.

Sementara, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengapresiasi acara ini. Dia menyebut MoU ini sangat penting sebagai meningkatkan marwah lembaga negara DPR, DPD dan MPR dari sisi keamanan.

"Saya sangat apresiasi Polri, karena ini adalah tanggung jawab Polri dalam menjaga keamanan seluruh objek vital didalamnya terdapat tiga lembaga penting DPR, MPR dan DPD," kata Bamsoet.

Untuk diketahui, pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi III Kahar Muzakir, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga Anton Sihombing. Selain itu hadir juga Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang. []

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image