BNNP Aceh: Bersama Perangi Peredaran Narkoba

Ahmad Saifullah

Image
Baju Petugas BNN yang bertuliskan ?Stop Narkoba? saat rilis pengungkapan kasus narkoba di Aula Juanda I, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (7/2). Dalam pengungkapan yang dilakukan oleh BNN bersama Bea Cukai wilayah Aceh dan Sumatra Utara ini berhasil mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 110,84 kg sabu dan 18.000 butir ekstasi serta 12 orang tersangka | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, menyampaikan, Indonesia termasuk Aceh, saat ini dalam keadaan darurat narkoba.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser pada seminar pencegahan narkoba yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan KNPI Aceh Tengah, di Gedung Olah Seni (GOS) Aceh Tengah, Selasa (13/2) kemarin. 

Dia, mengatakan, kurun waktu enam bulan, BNN Pusat dan BNNP Aceh telah mengamankan narkotika jenis sabu sebanyak enam ratusan kilogram dan jenis ganja 655 kilogram lebih.

baca juga:

Nasib Pria di Aceh Usai Larikan Bocah Belasan Tahun

Pemerintah Aceh akan Kawal Pengelolaan Wakaf Baitul Asyi

Polri Selidiki Meledaknya Sumur Minyak di Aceh

"Jika dilihat dari temuan menunjukkan kita dibawah ancaman kehilangan generasi," ungkapnya melalui siaran pers, Rabu (14/2).

Faisal mengungkapkan, untuk mengurangi dampak yang lebih besar di masa depan, ia mengajak masyarakat Aceh Tengah bersama-sama memerangi peredaran narkoba. 

"Untuk itu perlu upaya peran bersama untuk memberantas dan memerangi narkoba bersama-sama," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah melalui kearifan lokal. "Salah satunya mengedepankan agama dan budaya," ujarnya lagi.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengingatkan masyarakat untuk tidak mencoba-coba memakai maupun bersentuhan dengan narkoba karena bisa merusak fisik dan mental penggunanya.

"Agama dan negara melarang memakai narkoba karena bisa merusak tubuh, narkoba bisa menyerang siapa saja tidak memandang umur maupun status sosialnya, jadi kita harus waspada," ungkapnya.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image