<p>Wakapolda Minta Aksi 212 Tidak Provokatif</p>

Miftahul Munir

Image
Massa aksi 'Reuni 212' memenuhi kawasan Silang Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu (2/12). Aksi ini diadakan dalam rangka mensyukuri bersatunya umat Islam dalam Aksi 212 tahun lalu. Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun turut hadir dan menyampaikan semoga pertemuan ini bisa mengirimkan pesan persatuan untuk semuanya. | AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana mengimbau agar aksi 212 jilid dua untuk tetap berjalan damai dan tidak memprovokasi masyarakat yang hadir demo.

Pihaknya juga akan melayani dengan baik masyarakat yang berdemo demi terjaganya keamanan dan kenyamanan bersama.

"Mereka kan aksi damai nih. Aksi damai tetap ada waktunya klo bisa sebelum jam 6 sore sudah bubar dan kita minta mereka komitmen menjaga unjuk rasa dilingkungan mereka supaya mereka bisa mengamankan provokasi atau ulah anggotanya yang memprovokasi," katanya Senin (20/2).

Apabila ada yang bertindak anarkis atau rusuh, pihaknya akan mengambil tindakan persuasif yakni dengan mengamankan para pelaku.

"Selama korlapnya mengamankan tidak apa. Tapi klao tidak bisa kita yang akan ambil tindakan sesuai dengan SOP dan berkoordinasi dengan mereka," terangnya.

baca juga:

Bisa Bangun Mini Market, Kapolri Pertanyakan Asal Uang AKBP Yusuf

Kapolri: Pencopotan AKBP Yusuf Pelajaran Bagi Anggota Lain

Pencurian Minimarket di Babel Diduga Modus Lama dan Jaringan

(Baca Juga:Amankan Aksi 212 di DPR, Polda Metro Siapkan 10 Ribu Personel)

Suntana menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak DPR RI untuk meminta perwakilan dari anggota DPR RI menerima para pemdemo untuk mendengarkan tuntutan pendemo.

"Kita masukan beberapa pendemo mungkin lima atau 15 tergantung temen DPR yang akan menerima. Tentu saja jumlahnya dibatasi karena ruangan sana terbatas," tutupnya[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image