BNI Bagi Dividen Rp4,76 Triliun dari Total Laba Sepanjang 2017

Denny Iswanto

Image
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di Jakarta, Rabu (17/1), | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) membagikan 35% dividen atau senilai Rp4,76 triliun dari laba periode 2017 sebesar Rp13,6 triliun. Nilai tersebut terdiri atas 25% atau Rp3,4 triliun digunakan sebagai dividen dan 10% atau Rp1,36 triliun ditetapkan sebagai dividen spesial.

"Sedangkan sebesar 65% atau Rp8,85 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan," Direktur Utama BNI Achmad Baiquni usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa sore (20/3).

Dalam rapat ini juga perseroan menetapkan rencana aksi perseroan (recovery plan) sebagai bank sistemik. Hal ini sesuai permintaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Peraturan OJK (POJK) Nomor 14/POJK.03/ 2017 tentang Rencana Aksi (Recovery Plan) bagi Bank Sistemik.

baca juga:

Penguatan USD Jadi Persoalan Global, Misbakhun Tetap Yakini Kinerja Jokowi

Detik-detik Mencekam Ketika Kantor BNI Dirampok Pria Bertopeng

OJK Genjot Perbankan Sulutgomalut untuk Himpun DPK

Dari rencana itu, BNI memutuskan akan menerbitkan surat utang subordinasi pada 2018. Namun, Baiquni belum merinci nilai emisi dari surat utang tersebut.

Direktur Kepatuhan Bank BNI Imam Budi Sarjito mengatakan penerbitan tersebut bertujuan untuk memperkuat permodalan perseroan. BNI membutuhkan modal yang kuat untuk mengejar target pertumbuhan kredit sebesar 13-16% pada 2018.

Selain target pertumbuhan kredit 13-16%, perbankan yang banyak mengandalkan bisnis pengelolaan dana pegawai (payroll) itu juga menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) 13-15%.

Kemudian, pertumbuhan kualitas kredit dijaga BNI dengan menurunkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) ke 2,3-2,5% dengan biaya pencadangan (coverage ratio) menjadi sebesar 150-155%.

Kualitas intermediasi perbankan BNI terlihat ekspansif, terindikasi dari target rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) yang sebesar 88-92% atau nyaris mendekati batas maksimum LDR yang ditentukan Bank Indonesia 80-92%.

Sedangkan tingkat profitabilitas BNI, terlihat dari target keuntungan dari aset (return on asset/RoA) yang sebesar 2,6-2,8% dan keuntungan dari equitas (return on equity/RoE) yang sebesar 16-17% di 2018.

Adapun sepanjang 2017, BNI mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp13,62 triliun atau tumbuh 20,1% dibandingkan Rp11,34 triliun pada 2016. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image