Pendidikan Seks Turunkan Potensi Kehamilan Remaja

Nur Hofifah

Image
Ilustrasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Di negara-negara Barat, Jumlah remaja putri yang hamil mengalami penurunan sejak 2010. Disinyalir karena pendidikan seks, hubungan, dan kehamilan, serta penyakit seksual sudah masuk dalam kurikulum. Nah, bagaimana di Indonesia? Pendidikan seks masih menjadi perdebatan yang tidak berujung.

Banyak remaja putri di Barat kini menganggap seks bebas membahayakan. Mereka menganggap itu menjadi pintu gerbang kehamilan dan tertular penyakit seksual yang mematikan. Penurunan jumlah kehamilan remaja putri juga didukung oleh kesadaran mereka menjauhi Narkoba, rokok dan alkohol. Dengan begitu, pendidikan seks efektif.

Melansir MIRROR, Sabtu (31/3), selain guru di sekolah, orang tua memiliki peranan penting. Orangtua sudah seharunya membantu anak-anak menjelang dewasa. “Saya percaya kalau orang tua seharusnya menjadi pendidik seks bagi anak-anaknya,” ungkap Mirriam Stoppard, pakar kesehatan dari Inggris.

baca juga:

Nggak Kalah Keren, 7 Anak Artis Ini Ngalahin Pesona Orangtuanya

Dorong UMKM, Facebook Luncurkan LAJU DIGITAL

Di Lombok, Mendikbud Beri 'Trauma Healing' untuk Anak-anak Korban Gempa

 

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image