Gelar RUPS, PP Presisi Bagi Dividen Sebesar Rp56,4 Miliar

Atikah Umiyani

Image
Benny Pidakso, Direktur Keuangan PP Presisi saat ditemui awak media AKURAT.CO, di Jakarta, Senin (5/2). | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, PT PP Presisi Tbk (Kode Saham: PPRE) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2017, Kamis (5/4).

Dalam RUPST tersebut salah satu agenda yang dibahas yaitu, PPRE sepakat membagikan dividen sebesar Rp56,4 miliar atau lebih kurang 30 persen dari Laba Bersih Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk pada tahun 2017 sebesar Rp188,3 miliar.

Dengan besar tersebut maka deviden tunai dibagikan sebesar Rp5,52 per saham.

baca juga:

BNI Jadi Pionir Penyaluran KUR Bagi Petani Garam

PT Pindad Buka Lowongan, Ayo Buruan Daftar!

Terima Mahasiswa Magang, Jamkrindo Komitmen Kembangkan SDM Indonesia

Adapun, total laba bersih tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 adalah Rp244,6 miliar atau meningkat 498% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp41,4 miliar. EBITDA juga naik 323% dari Rp138,1 miliar pada 2016 menjadi Rp584,0 miliar pada tahun lalu.

Peningkatan signifikan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan konsolidasian PPRE sebesar 389% dari Rp371,2 miliar pada 2016 menjadi Rp1,8 triliun pada tahun lalu.

"Peningkatan kinerja perseroan secara signifikan mencerminkan secara langsung kuatnya positioning PPRE sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi terkemuka di Indonesia sehingga mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek-proyek insfrastruktur strategis berskala nasional," jelas Iswanto Amperawan, Direktur Utama PP Presisi.

Ditemui dalam waktu yang sama, Benny Pidakso selaku Direktur Keuangan PP Presisi mengatakan Peningkatan kinerja operasional dan keuangan secara signifikan diyakini akan mendukung peningkatan engineering capacity dan balance sheet capacity sebagai landasan kuat untuk melakukan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal ini juga yang mendasari perseroan untuk menargetkan pendapatan 2018 hingga Rp4,9 triliun, meningkat 172% dari tahun lalu yang senilai Rp1,8 triliun.

"Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 2018 hingga Rp434,0 miliar meningkat 130% dari tahun lalu yakni Rp188,3 miliar," tutup Benny. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image