Arema vs Persib Bandung

Bobotoh Siapkan Aksi Balasan untuk Aremania

Taufik Hidayat

Image
Sejumlah suporter masuk ke dalam lapangan dalam laga antara Arema FC dan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4). | INFO SULSEL

AKURAT.CO, Aksi vandalisme yang dilakukan Aremania pada laga Arema kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (15/4) tentunya membuat Bobotoh -suporter Persib- geram. Karenanya, para pendukung tim berjuluk Pangeran Biru ini sudah menyiapkan cara sendiri untuk membalas perlakuan Aremania.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aremania mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap performa Arema dengan memasuki lapangan saat laga kontra Persib masih berlangsung. Akibat hal itu, pelatih Maung Bandung -julukan Persib-, Mario Gomez mengalami luka di kepala akibat terkena lemparan sebuah benda.

Namun Bobotoh tidak akan membalas aksi tak sportif itu dengan cara yang sama. Suporter Persib berencana membuat suatu atraksi saat gantian menjamu Arema pada putaran kedua nanti.

baca juga:

Persija vs Persib Bepe: Persija-Persib Bukan "Rival", Tapi "Sarat Gengsi"

Persija vs Persib Bos Persija Janji Perlakukan Persib Sebagai Tamu Terhormat

Persija Jakarta Resmi, Macan Kemayoran Jamu Persebaya dan Persib di PTIK

Rencana tersebut diungkapkan salah satu bobotoh bernama Rey hangga Muhammad Alfarabi lewat akun instagram pribadinya. Ia mengaku kesal dengan tindakan Aremania karena mencederai sportifitas dan membahayakan tim pujaannya.

''Aremania perlakuan kalian kemarin menyisakan sedikit kekesalan dan kekecewaan bagi kami. Karena kalian sudah memperlakukan tim kebanggan kami dengan tidak layak,'' ujar Rey Angga dalam video di akun @rey_hangga.

''Ingat, loyalitas bukan berarti harus buta logika. Loyalitas bukan berarti harus membuang tatakrama. Apalagi kalau sampai menumbalkan nyawa. Nyama yang jelas jadi korban hal yang kalian beri judul loyalitas."

Suasana tak kondusif di dalam stadion Kanjuruhan memang membuat pihak kepolisian melepaskan gas air mata dan menyebabkan kepanikan. Akibat hal tersebut, penonton saling berdesak-desakan untuk keluar stadion.

Insiden itu akhirnya memakan korban jiwa setelah Aremania berusia 16 tahun bernama Dhimas Duha Imron meninggal dunia tiga hari pasca insiden. Meski tidak meninggal di lokasi, namun ia harus menjalani perawatan setelah pulang dari Kanjuruhan.

''Aremania, kami tidak dendam. Tapi kami akan selalu ingat apa yang kalian lakukan terhadap kami. Untuk para Bobotoh jangan terprovokasi. Kita buktikan bahwa kita jauh lebih baik dari mereka. Untuk Aremania tunggu balasan kami. Balasan berupa prestasi, kreatifitas, dan juga karya," tutupnya.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman kepada panpel Arema dan Aremania akibat insiden akhir pekan lalu itu. Singo Edan didenda total Rp 300 juta dan wajib menutup tribun timur stadion Kanjuruhan selama dua pertandingan.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image