Rupiah Anjlok Lagi

Rupiah Anjlok Terus, BNI Ambil Langkah Perketat Penyaluran Kredit Valas

Denny Iswanto

Image
|

AKURAT.CO, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI mulai memperketat penyaluran kredit valuta asing (valas) bagi debitur untuk mencegah dampak dari selisih kurs yang bisa meningkatkan rasio kredit bermasalah.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Jakarta, Senin malam (23/4), mengatakan perseroan terus mencermati kecukupan liabilitas non-rupiah saat ini. Perseroan juga hanya memberikan kredit valas kepada korporasi yang memperoleh pendapatan dalam bentuk valas.

"Terhadap debitur yang revenuenya (pendapatan) rupiah kami berikan rupiah saja. Untuk yang revenuenya valas kami berikan valas," ujar Baiquni.

baca juga:

Lagi-Lagi Yuan Tak Berdaya Hadapi Dolar AS

Arus Masuk Modal Asing Deras, Buat Rupiah Ikut 'Ngegas'

Yuan Kembali Baper Atas Dolar AS

Direktur Treasuri dan Internasional BNI Rico Budidarmo mengatakan BNI juga tidak terlalu jor-joran memberikan kredit valas. Selain itu, BNI meminta debitur untuk mematuhi ketentuan lindung nilai (hedging) agar terhindar dari kerugian selisih kurs.

"Komposisi debitur valas dijaga 15-17 persen. 'Net open position' dari BNI kami coba jaga di bawah 2-3 persen dari biasanya 1-2 persen untuk menghindari BNI terekspos risiko kurs," ujar dia.

Bank Indonesia mengakui sentimen ekonomi global kembali menekan rupiah lebih dalam pada Senin ini, dibanding sepanjang pekan lalu.

Dari data Bank Sentral Senin ini, dolar AS kembali menguat terhadap seluruh mata uang bukan hanya rupiah karena imbal hasil obligasi pemerintah AS, US treasury juga meningkat, yang memicu kembalinya modal asing ke instrumen keuangan di Negara Paman Sam.

Artinya banyak pelaku pasar global mulai kembali antisipasi kemungkinan Fed Fund Rate itu akan naik lagi dalam waktu dekat.

Seperti diketahui pada Senin kemarin, di pasar antarbank, rupiah melemah 80 poin menjadi Rp13.943 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.863 per dolar AS. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image