Soal TKA, Adian Napitupulu Sebut Fadli Zon Tak Paham Sejarah

Yohanes Antonius

Image
Anggota DPR RI Adian Yusak Napitupulu dan Presiden RI Jokowi | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon kerap menyindir pemerintahan Joko Widodo soal kebijakan Tenaga Kerja Asing (TKA). Bahkan Fadili berencana akan mengajukan pansus hak angket terkait Perpres 20 tahun 2018.

Menanggapi hal itu Politisi PDIP Adian Napitupulu mengatakan yang pertama membuka gerbang untuk tenaga kerja asing untu masuk ke Indonesia adalah adalah presiden RI ke-2 Soeharto. Adian lantas menuding Fadli Zon tak paham sejarah.

"Mereka yang berpendidikan dan mengerti sejarah tentu tahu bahwa yang membuka pintu gerbang masuknya Tenaga Kerja Asing yang ada hari ini bukanlah keputusan Jokowi melainkan keputusan yang di ambil oleh mertua Prabowo yaitu Soeharto," kata Adian melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta Senin (30/4).

baca juga:

Profil Presiden Kroasia yang Curi Perhatian di Piala Dunia

JK Yakin Bos PLN Selalu Ketat dalam Tender

Dede Yusuf Tegaskan Pekerja Lokal di Morowali Lebih Banyak

Adian menjabarkan, terkait TKA tersebut Soeharto telah mendisainya ejak tahun 1989 saat dia menyetujui usul Bob Hawke untuk bergabung di APEC. Pertemuan pertama APEC tahun 1993 di prakarsai oleh Presiden Amerika saat itu yaitu Bill Clinton dan PM Australia Paul Keating di pulau Blake.

"Setahun kemudian Pertemuan APEC tahun 1994 di Bogor menghasilkan Bogor Goals isi nya adalah mendorong investasi terbuka Asia Pacifik yang ditargetkan di mulai 16 tahun kemudian yaitu tahun 2010," ujarnya.

Selanjutnya kata Adian pada tahun 1995 di bentuklah Asean Free Trade Area (AFTA) dan atas keputusan Soeharto Indonesia ikut bergabung di dalamnya. AFTA ini kelak di kemudian hari menjadi cikal bakal MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dengan limitasi waktu pasar bebas di mulai dari tahun 2015.

"Pematangan AFTA terus berlanjut hingga KTT ASEAN (Tidak resmi) pada bulan Desember 1997 dilanjutkan KTT ASEAN di Hanoi Vietnam pada bulan Desember 1998 yg menghasilkan Statement Of Bold Measures yang isinya meneguhkan komitmen pelaksanaan AFTA yang di percepat satu tahun dari 2003 menjadi 2002," katany lagi.

Adian melanjutkan, sebagai upaya lanjutan di KTT tahun 2001 di Brunei di bentuk lagi China Asean Free Trade Area (CAFTA ) yaitu perjanjian perdagangan bebas antara negara negara ASEAN dan Negara China selama 10 tahun. Pengesahan CAFTA selanjutnya di lakukan pada tahun 2008.

"Berangkat dari sejarah panjang lahirnya Pasar Bebas Barang, Jasa dan Tenaga Kerja di Indonesia yang di mulai dari tahun 1989 tersebut di atas, maka seperti nya pantas jika Soeharto diangkat menjadi Bapak Tenaga Kerja Asing," ungkapnya lagi

Karenanya menurut Sekretaris jendral PENA 98 itu keingin Fadli Zon untuk mempansuskan Perpres 20 tahun 2018 tidak tepat. Adian mengatakan jika mau di pansuskan maka sebaiknya Fadli mempanususkan keputusan awal Indonesia bergabung di APEC

"Seharusnya Fadli Mempansuskan keputusan awal Indonesia bergabung di APEC dan serangkaian hasil keputusan Internasional lainnya yang terkait dengan pasar bebas barang, jasa serta tenaga kerja yang semua itu di putuskan sebelum Jokowi menjadi Presiden," Tutupnya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image