Hardiknas

Semangat Hardiknas 2018, Guru Honorer Apresiasi Bogor Samawa Bima-Dedie

Rizky Dewantara

Image
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) menyerahkan surat keputusan kepada pasangan bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota Bogor Bima Arya (kiri) dan Dedie A Rachim (kanan) dalam acara Penyerahan Surat Keputusan kepada para Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (5/1). Lebih dari 300 pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar dan diberikan surat keputusan langsung dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. | AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2018 menjadi refleksi seluruh pegiat dunia pendidikan. Memang sejatinya perbaikan pendidikan tidak terbatas oleh waktu karena terus berjalan secara dari masa ke masa.

Mulai dari nasib kesejahteraan guru honorer hingga persoalan pendidikan karakter bagi pelajar menjadi hal terpenting untuk diberikan perhatian khusus oleh pemangku kebijakan. Terlebih bagi pelajar berprestasi namun kurang mampu dari sisi ekonomi.

Mewujudkan hal itu, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya - Dedie A Rachim menggagas program Bogor Samawa yang konsen terhadap persoalan pendidikan, baik pendidikan untuk kaum Ibu, pelajar, maupun guru ngaji.

baca juga:

Pernyataan SBY Soal Rumah Deddy Mizwar Digeledah Dibantah Keras Pemprov Jabar

Jelang Hari H, Ridwan Kamil Diserang Pakai Fitnah Penyuka Sesama Laki-laki

Pilgub Jabar, COPS: 55,4 Persen Masyarakat Diprediksikan Akan Pilih Pasangan Asyik

Di momentum Hardiknas kali ini, program pasangan petahana itu rupanya mendapat sambutan positif dari Angrum Puspasari, salah seorang wanita yang berprofesi sebagai guru honorer di SMP PGRI 2 Kota Bogor. Dirinya tertarik dan penasaran terhadap program sekolah untuk kaum Ibu.

"Semua programnya sudah bagus, bisa membantu warga Kota Bogor dalam meringankan beban masyarakat dari aspek pendidikan. Cuma tinggal angkanya aja yang pasti, seperti berapa nilai insentifnya. Terus menarik juga yang soal pendidikan untuk kaum Ibu," ujar Angrum pada Rabu (2/5).

Menurut Angrum, program-program bantuan untuk pendidikan diharapkan dapat tepat sasaran, merata hingga ke pelosok wilayah Kota Bogor. Sebab, saat ini ia masih banyak mendengar maupun menemukan bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran.

"Yang paling penting tepat sasaran serta merata ke seluruh pelosok wilayah Kota Bogor. Kalau boleh usul, tolong adain juga program sekolah paket B/C, kan banyak juga anak yang putus sekolah. Di program Samawa kan untuk anak yang masih sekolah aja, sesangkan yang putus sekolah gimana nasibnya," kata dia.

Selain mengapresiasi program, Angrum juga merasakan perubahan Kota Bogor saat dipimpin Bima Arya. Terlebih, kali ini berpasangan dengan mantan pejabat KPK, Dedie A Rachim.

"Iya, periode sebelumnya kan Kang Bima sudah bagus tuh dalam menata Kota dan Taman. Nah sekarang tinggal mensejahterakan penduduknya aja sih gue rasa. Pasti kepilih lagi sih menurut gue mah," terangnya.

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image