May Day

May Day Rusuh, IPW Nilai Polisi Kecolongan

Miftahul Munir

Image
Sejumlah peserta aksi demo merusak pos polisi dan melempar bom molotov | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Indonesia Police Watch (IPW) menilai, kasus pembakaran Pos Polisi di Yogyakarta pada peringatan May Day 1 Mei kemarin sebagai kelalaian aparat kepolisian yang tak menyiagakan personelnya.

Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, belakangan ini kepolisian memang sering kecolongan dikarenakan makin lunturnya sikap responsif di sebagian anggota polisi di lapangan.

"Sehingga tidak maksimal dalam melakukan antisipasi dan deteksi dini," tegas dia kepada Akurat.co Jumat (4/5).

baca juga:

Si Jago Merah Lalap 100 Kontrakan di Kedoya Selatan

Indonesia U-23 1-2 Korsel U-23 Milla Jelaskan Filosofi Permainan Timnas U-23

Indonesia U-23 1-2 Korsel U-23 Gelandang Timnas U-23 Minta Suporter Tak 'Nyinyir' Usai Sulitkan Korsel

Menurut dia, dalam kerusuhan itu menjadi gambaran betapa makin rendahnya sikap responsif kepolisian. Akibatnya tidak ada antisipasi dan aparatur kepolisian makin lamban dan tidak terlihat gerak cepat yang pada akhirnya terjadi benturan.

"Jika kepolisian bersikap antisipatif tentunya polisi bisa bergerak cepat untuk melakukan pagar betis atau mengurai kerumunan massa saat itu," ungkap dia.

Neta menambahkan, apabila cara kerja polisi terus dibiarkan seperti ini dikhawatirkan saat pengamanan Pilkada maupun Pilpres 3019 akan terus menerus kecolongan, bentrokan, ericuhan dan korban akan terus terjadi.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image