Bom Surabaya

Aktor Dibelakang Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Diduga Aman Abdurrahman

Yudi Permana

Image
Ketua Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Indonesia yang dipimpin Aman Abdurrahman yang juga sebagai pelaku bom Thamrin, Jakarta Pusat. | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Setelah terjadinya peristiwa pengeboman yang diduga dilakukan oleh pelaku teroris pada Minggu (13/5) pagi, Polri langsung mengidentifikasi bahwa pelaku bom bunuh diri di tiga gereja yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

Hasil identifikasi, pelaku utama yang melakukan pengeboman adalah Dita Supriyanto yang menjadi kepala keluarga atau sebagai bapak dari anak dan istri.

Dalam melancarkan aksi pengeboman, Dita mengikutsertakan istri dan empat anaknya untuk ikut melakukan aksi bom bunuh diri di gereja yang lain.

baca juga:

Catat, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Daging Ayam Murah Mulai 23 Hingga 30 Juni

Penurunan Pajak UMKM 0,5 Persen Disambut Gembira Pelaku Usaha

Jasa Raharja Berangkatkan Pemudik Kembali Ke Jakarta

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa pelaku adalah Ketua Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Jawa Timur, khususnya di Surabaya.

Sementara Ketua JAD Indonesia yang dipimpin Aman Abdurrahman yang juga sebagai pelaku bom Thamrin, Jakarta Pusat pada pertengahan tahun lalu. Kini Aman Abdurrahman masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kelompok jaringan JAD telah berafiliasi dengan ISIS di Suriah. Berdasarkan informasi bahwa satu keluarga yang melakukan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya adalah baru pulang dari Suriah.

"Dita adalah Ketua JAD (jaringan Ansarut Daulah) Surabaya. Jaringan ini kaitannya dengan JAT (Jaringan Ansarut Tauhid). Keduanya terkait dengan ISIS," kata Tito di Surabaya, Minggu (13/5).

Sementara Aman Abdurahman yang menjadi pemimpin JAD, saat ini masih menjalani tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, karena sedang menunggu tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jaringan JAD ini ada kaitannya dengan jaringan teroris ISIS. Oleh karena itu, baik JAD yang ada di Surabaya maupun yang ada diseluruh Indonesia merupakan bagian dari sel jaringan ISIS.

Dalam konfrensi pers dihadapan awak media, Kapolri mencatat bahwa anggota JAD maupun JAT saat ini telah berangkat ke Syiria. Namun ada juga yang sudah kembali ke Indonesia, salah satunya keluarga Dita Supriyanto.

Tito mencatat anggota ISIS di Indonesia yang berangkat sebanyak 1.100. Dan kini sebanyak 500 orang telah berada di Syiria.

Menurutnya, sebanyak 103 telah meninggalkan Syiria dan 500 di deportase. []

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image