Bom Surabaya

Garda 212: Teror Bom Surabaya Cuma Pengalihan Isu Ganti Presiden

Bayu Primanda

Image
Dialog kebangsaan 2019 Presiden Harapan Rakyat di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (14/5). | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO, Ketua Garda 212, Ansufri Idrus Sambo, menilai bahwa aksi terorisme yang belakangan terjadi merupakan bagian dari pengalihan isu.

Menurut pria yang pernah aktif dalam Aksi Bela Islam 212 ini, pengalihan isu sengaja dilakukan demi menghalau gelombang masyarakat yang menginginkan digantinya presiden Joko Widodo pada pilpres 2019 mendatang.

"Saya yakin peristiwa-peristiwa yang belakangan terjadi, apakah di Mako Brimob, apakah yang kemarin di Surabaya, ini saya curiga adalah pengalihan-pengalihan isu saja," ujar Sambo dalam dialog kebangsaan di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (14/5).

baca juga:

Tantang KPK Bongkar Sel Mewah Mako Brimob, Fahri: Di Sana Lebih Empuk dari Sukamiskin

Dahnil Minta Kamar Tahanan Mako Brimob Diliput Media, Ahokers Tersinggung

Ini Alasan Polri Belum Tetapkan Tersangka Pelaku Kerusuhan Mako Brimob

Menurutnya, Polri kerap tidak transparan dalam mengungkap siapa pelaku terorisme sebenarnya. Polri, kata dia, malah terkesan menutup-nutupi penuntasan kasus terorisme yang ditangani.

Hal yang sama disinyalir juga terjadi dalam kericuhan yang dilakukan narapidana teroris di Mako Brimob. Sebab, kataSambo, dengan jumlah lebih dari 150 narapidana di Mako Brimob, tak ada satupun nama teroris yang terkenal atau terkespos media.

"Tidak boleh kita salahkan teroris, memang ada andil mereka, pertanyaannya tidak pernah terungkap siapa itu teroris. Diarahkan kepada siapa kalimat teroris itu, ini saya kira pedang bermata dua. Satu sisi untuk menghantam umat Islam, satu sisi untuk pengalihan isu,"ungkapnya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image