Entruv : Peluang Game PUBG Lebih Besar Dibandingkan Dota2 dalam Skala Internasional

Vidyandini Agivonia

Image
Alex “Entruv” Prawira (Aerowolf Summit) usai menghadiri acara konferensi pers Garuda Cup 2018 di FX Sudirman, Jakarta, Senin (14/5). | AKURAT.CO/Vidyandini Agivonia

AKURAT.CO, Alex Prawira atau biasa dikenal dengan sapaan Entruv, sebagai gamer profesional menilai game PlayerUnknown BattleGrounds (PUBG) memiliki peluang lebih besar dibandingkan game yang ia geluti sebelumnya, Dota 2.

Kedua game PC tersebut kini memang sedang naik daun di kalangan pemain eSports.

Entruv sebelumnya lebih dikenal sebagai pemain profesional Dota 2. Namun sejak bulan September 2017 silam, ia berpaling hati ke game PUBG. Menurutnya, ia melihat ada peluang besar untuk berkarir lebih jauh dengan game PUBG.

baca juga:

Peta 'Sanhok' Pada PUBG Akan Rilis 22 Juni

Kucurkan Rp1,4 Triliun, Mampukah Epic Games Bentuk Ekosistem eSports yang Kuat?

Aerowolf Roxy Akui Tak Pakai Strategi Khusus di Garuda Cup 2018

"Karena saya melihat untuk skala internasional PUBG itu jauh lebih tinggi. Soalnya saya main PUBG di 5 bulan pertama, saya udah bisa wakilin Indonesia ke turnamen di Australia. Cuma enggak jadi berangkat karena visanya enggak keluar, tapi bisa dibilang 5 bulan main udah bisa wakilin Indonesia keluar kan wow banget," kata Alex Prawira, salah satu pemain PUBG dari Tim Aerowolf Vincepro kepada Akurat.co di FX Sudirman, Jakarta, Senin (14/5).

Entruv pun menambahkan bahwa game PUBG dengan Dota 2 sangat berbeda. Ia menilai sebagai pemain game PUBG harus menjaga kekonsistenan terhadap ranking dan poin yang sudah dicapai.

"PUBG itu soal konsisten. Kalau Dota kan sekali kalah masih bisa pake strategi comeback. Kalau di PUBG tuh sistemnya lama-lamaan kayak marathon. Kita main 7 sampai 10 game nah poin yang paling teratas itu yang menang. Misalnya satu tim ranking 5 terus-terusan, nah itu bisa dapet poin besar, jadi harus konsisten" tambahnya.

Bergabungnya ia dengan tim Aerowolf Vincepro menjadikan dirinya untuk tetap konsisten terhadap game PUBG. Ia berharap animo eSports di Indonesia untuk game PUBG terus meningkat. Salah satunya adalah dengan perhelatan Garuda Cup 2018 yang membuat turnamen offline game PUBG pertama kali di Indonesia.

"Untuk ada sponsor yang bikin event turnamen PUBG yang butuh 80 komputer itu jadi suatu hal yang serius banget nih. Kalau saya sih seneng banget bisa main di Garuda Cup ini," jelas Entruv.

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image