Istora Senayan

Menpora Tegaskan GBK Tak Boleh Berganti Nama

Hervin Saputra

Image
Refleksi pekerja membawa puing bangunan saat proses renovasi arena Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/10). Renovasi Istora Senayan ini dilakukan untuk persiapan ASIAN Games 2018 yang ditargetkan selesai pada bulan November 2017 mendatang. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menegaskan bahwa nama Gelora Bung Karno (GBK) pada stadion utama dan istana olahraga milik negara yang terletak di kawasan Senayan, Jakarta, tak boleh berganti nama.

Penegasan ini disampaikan Imam sehubungan dengan munculnya isu yang menyebutkan bahwa perusahaan e-commerce yang aktif mensponsori atlet serta turnamen bulutangkis, Blibli, berniat menyewa Istora Gelora Bung Karno dengan mengganti nama venue tersebut dengan Blibli Arena.

“Jangan, ini dibiayai APBN kok. Maka, harus tetap Gelora Bung Karno, Istora Bung Karno, harus tetap, nggak bisa swasta yang mau sewa. Ya tentu sewa secara profesional, tapi kalau berubah nama (tidak), terlalu bersejarah,” kata Imam di Jakarta, Selasa (15/5).

baca juga:

Dukung Kampanye Asian Games 2018, BNI Hadiahi 2000 Taplus Anak

Blibli.com Perluas Jaringan Pengusaha Muda Melalui Kompetisi

JK: Indonesia Sudah Siap Selenggarakan Asian Games

Wacana ini muncul sehubungan dengan posisi Blibli sebagai sponsor utama turnamen bulutangkis paling bergengsi di dunia, Indonesia Terbuka 2018. Turnamen ini bakal digelar pada 3-8 Juli mendatang.

Meski demikian, beberapa hari sebelumnya Imam tidak memberikan penegasan untuk mempertahankan nama Gelora Bung Karno. Dia sempat mengatakan penggantian nama tergantung perjanjian sponsor dan pengelola Istora.

“Tidak merupakan masalah, ini sah-sah saja. Kita lihat Jakabaring semua gedung punya nama masing-masing sesuai sponsor yang mendukung untuk pembiayaan perawatannya,” kata Imam sebagaimana dipetik dari Antara, Kamis (15/5).[]