Bom Surabaya

Teror Bom di Indonesia Berpotensi Dorong Kenaikan War Risk Surcharge

Sunardi Panjaitan

Image
Ilustrasi - Bom | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Pelaku usaha di sektor pelayaran patut waspada. Pasalanya, peristiwa teror yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di beberapa daerah di Indonesia dapat membuat kenaikan premi asuransi kapal.

Menurut Direktur Eksekutif The National Maritime Institute atau Namarin, Siswanto Rusdi, kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama perusahaan asuransi untuk mengukur resiko penjaminan.

“Dan aksi teroris di Surabaya pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) serta di Pekanbaru hari ini, Rabu (16/5) bisa saja menjadi pertimbangan untuk menaikkan premi kapal,” ujarnya saat berbincang dengan AKURAT.CO.

baca juga:

Antisipasi Teror, Polda Jatim Tingkatkan Keamanan saat Lebaran

Polri Siapkan TPU Pondok Rangon untuk Jasad Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya

Gubernur Pastikan Teror Bom Tak Pengaruhi Iklim Investasi di Jatim

Menurut Siswanto, kenaikan war risk surcharge ditetapkan sepihak oleh underwriter berdasarkan beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah keamanan.

“Perusahaan asuransi bisa saja menilai Indonesia tidak aman karena ada aksi teroris yang terjadi beberapa hari ini. Sehingga perusahaan yang kapalnya berlayar ke Indonesia akan mendapat tambahan premi karena berlayar menuju pelabuhan yang dianggap berbahaya,” tambahnya.

Dia menjelaskan, Premi tersebut menjadi jaminan atas kehilangan barang yang ada di atas kapal.

Sebelum peristiwa teror terjadi, Joint War Committee (JWC), sebuah komite yang mewakili perusahaan asurasi berbasis di Inggris sudah memasukkan Pelabuhan Tanjung Priok masuk dalam daftar zona rawan perang. Predikat ini disematkan sejak 2015 dan belum dicabut hingga sekarang kendati para pemangku kepentingan di Indonesia sudah melayangkan keberatan.

Selain Indonesia, wilayah yang juga digolongkan rawan adalah Pakistan, Iran, Irak, Israel, dan Lebanon. Selanjutnya Saudi Arabia, Suriah, dan Yaman. Negara-negara tersebut tercantum dalam daftar yang dimutakhirkan pada September 2017.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image