Rentetan Teror Bom, Sudah 14 Negara Keluarkan Travel Advice

Rahma Maulidia

Image
Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5). Ledakan terjadi pada Senin (14/5) pagi di depan pos penjagaan pintu masuk Polrestabes Surabaya | ANTARA FOTO

AKURAT.CO, Indonesia tengah dilanda teror bom di beberapa daerah. Pertama, terjadi ledakan di Surabaya, kemudian Sidoarjo dan yang terkini di Riau. Itu diluar beberapa drama penggerebekan teroris yang juga terjadi secara simultan di beberapa titik. Hal ini membuat beberapa negara khawatir akan keselamatan warga negaranya yang tengah berada di Indonesia.

Sebelumnya, Inggris, Australia, Amerika, Cina, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia sudah dengan cepat mengeluarkan Travel Advice atau imbauan perjalanan untuk warganya.

Namun pada update terkini, berdasarkan data yang AkuratTravel terima dari Kementerian Pariwisata, jumlah itu telah bertambah menjadi 14 negara. Ke-14 negara tersebut antara lain Inggris, Amerika, Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, Polandia, Irlandia, Canada, Perancis, Filipina, Swiss, Malaysia dan Brazil.

baca juga:

Pasca Bom Surabaya, Densus 88 Tangkap 200 Terduga Teroris

Tito: Pemilik Bom Pasuruan Jaringan Teror CIMB Niaga Medan

Ini Alasan Kepolisian Tembak Mati Terduga Teroris

Adapun Travel Advice yang dikeluarkan oleh Swiss berisi sebagai berikut:

“Situasi politik di negara ini umumnya tenang dan stabil. Namun, gerakan separatis dan ketegangan etno-religius lokal dapat membahayakan keamanan di beberapa daerah.

Meskipun penguatan langkah-langkah keamanan, risiko serangan terus berlanjut di seluruh negeri setiap saat. Serangan dapat menargetkan fasilitas dan fasilitas negara dan agama yang sering dikunjungi oleh orang asing, seperti tempat hiburan, pusat perbelanjaan, hotel dan restoran. Misalnya: Di Surabaya, tiga serangan dilakukan terhadap gereja-gereja pada 13 Mei 2018, diikuti pada 14 Mei 2018 oleh serangan bunuh diri di markas polisi. Serangan-serangan ini membuat banyak orang mati dan terluka.

Patuhi instrukri otoritas setempat dan tetap berhubungan dengan operator tur Anda. Jauhi tempat keramaian. Berhati-hatilah, terutama selama liburan dan periode penting agama (misalnya, Ramadhan),” demikian bunyi pesan mereka.

Sebagai informasi, Travel Advice ini hanya berupa himbauan, bukan melarang dan membatasi warga negaranya untuk berkunjung ke Indonesia. Fokusnya yaitu untuk melindungi warganya yang berada di negara lain dengan menghimbau untuk lebih berhati-hati di lingkungan ia berada, demi keamanan nyawanya.

Hal serupa pernah dilakukan pemerintah Indonesia untuk WNI di Perancis, ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada tahun 2015 lalu.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image