Bom Surabaya

Sehari Sebelum Bom di GPPS, Martha Melangsungkan Tunangan

Adi Suprayitno

Image
Prosesi pemakaman Martha Djumani (54) yang merupakan salah satu korban ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Jalan Arjuna. | AKURAT.CO/Adi Suprayitno

AKURAT.CO, Kejadian bom bunuh diri oleh Dita Oepriarto di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Jalan Arjuna, Minggu (13/5) pagi meninggalkan kesedian yang mendalam bagi E. Stefanus Masae.

Mengingat sehari sebelum bom meledak, Stefanus telah melakukan pertunangan dengan Martha Djumani (54) yang merupakan salah satu korban ledakan. Kini Stefanus harus kehilangan Bing-Bing, panggilan akrab Martha Djumani di GPPS, ketika menyaksikan pemakamannya di TPU Keputih, Rabu (16/5).

Pendeta Yonathan Biantoro Wahono Tim Gembala Pimpinan GPPS mengatakan,  Minggu pagi itu Bing-Bing melakukan ibadah sebelum kebaktian dimulai. Sekitar jam 05.30 WIB Bing-Bing melakukan persembahan bersama rekannya, Wisda Manik, supaya kebaktian yang akan dilaksanakan membawa berkat bagi jemaat.

baca juga:

Catat, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Daging Ayam Murah Mulai 23 Hingga 30 Juni

Rawan Konflik, Polda Sumut Kerahkan Ribuan Personil Awasi 27.320 TPS

Terduga Teroris di Depok Ingin Lakukan Aksi Amaliyah Saat Pilkada Jabar Berlangsung

“Setelah beribadah, sekitar pukul 06.00 WIB, Bing-Bing ikut membantu mengabsensi jemaat yang hadir untuk kebaktian dengan cara meminta kartu anggota,” kata Yonathan.

Setelah absensi selesai, Bing-Bing keluar dari gereja lalu duduk di kursi di bawah tangga. Di sana terdapat meja untuk membagikan buletin kepada jemaat yang baru hadir. Lokasi ini sangat dekat dengan area parkir dan pos satpam. Tak lama kemudian masuklah mobil Avanza warna hitam menyerempet satpam gereja, Giri, kemudian dihalangi Daniel, lalu meledak.

Sementara Stefanus mengatakan, pada saat kejadian bom bunuh diri Minggu pagi itu dirinya tidak berada di GPPS. Padahal sehari-hari dia bersama Bing-Bing selalu bertugas bersama-sama.

"Saya sedang ditugaskan di kawasan Benowo," kata pria dengan nada sedih. Stefanus dan Bing-Bing berencana menikah pada September mendatang.

"Terima kasih, jangan sampai putus ya, kita sudah menjadi saudara baru," kata Stefanus kepada salah satu keluarga Bing-Bing yang mengucapkan dukungan kepadanya agar tetap bersabar.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image