Kisah Ibu Samping Selamat dari Bom Bunuh Diri Gara-gara Kencing

Adi Suprayitno

Image
Sepeda motor yang terbakar setelah ledakan di Gereja Pantekosta Surabaya Pusat (GPPS), di Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018 | REUTERS

AKURAT.COM, Minggu pagi itu, meninggalkan cerita yang tak bakal dilupakan Joko Riadi. Wakil sekretaris DPD Satuan Relawan Indonesia Raya Jawa Timur itu hampir kehilangan mamanya, Samping (63), ketika bom bunuh diri meledak di Gereja Panthekosta Pusat Surabaya, Jalan Arjuno, Surabaya.

Waktu itu, Samping berada di pintu keluar gereja, tempat dimana bom di dalam mobil Avanza diledakkan oleh teroris Dita Oepriyanto. Tapi, beberapa saat sebelum bom meledak, Samping pergi ke toilet untuk buang air. 

“Saat bom mobil meledak, ibu saya baru keluar dari kamar kecil. Untung, ada tembok penghalang antara kamar kecil menuju pintu keluar gereja, sehingga tak sampai kena percikan isi bom,” ujar Joko, Rabu (16/5/2018).

baca juga:

Polri Kembali Tangkap Satu Terduga Teroris di Depok

Suara Tembakan Terdengar di Lokasi Penangkapan Terduga Teroris di Depok

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Kota Depok

Bom yang dibawa Dita membunuh beberapa jemaat gereja.

Sebelum pergi ke toilet, Samping sempat berpapasan seorang ibu tua. Ibu tua ini belakangan meninggal dunia oleh kebiadaban teroris.

Joko mengatakan misa pertama dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dan berakhir pada 06.30 WIB. Setelah doa pemberkatan itulah sebagian jemaat mulai keluar gereja, termasuk ibunya.

“Bom terdengar meledak, lalu listrik mati dan tak kelihatan apa karena sekeliling gereja dipenuhi asap. Jemaat akhirnya keluar gereja lewat pintu Bromo,” kata dia.

Serangan bom bunuh diri yang mengguncang tiga gereja di Kota Surabaya pada Minggu (13/5) dan kantor Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5) melahirkan luka mendalam bagi semua warga Indonesia. Belum selesai kasus itu, gerombolan teroris kembali menyerang Mapolda Riau, pagi tadi. []

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image