Sebar Gambar Bertulis 'Jangan Pilih Partai Pendukung Teroris' Politisi PDIP Dikecam

Damai Mendrofa

Image
Ilustrasi PDIP | Istimewa

AKURAT.CO, Ketua DPC PDI Perjuangan, Hasyim mendapat protes dari beberapa elite politik lantaran menyebar gambar bertulis ‘jangan pilih partai pendukung teroris’ di grup aplikasi chatting WhatsApp.

Kader Golkar Sumatera Utara yang juga mantan Bupati Tapteng, Syukran Jamilan Tanjung menuturkan tindakan Hasyim dapat diprotes secara hukum hukum. Menimbang kapasitasnya saat ini sebagai anggota dewan.

Bisa diproses hukum ini anggota dewan," kata Syukran, Rabu (16/5).

baca juga:

PDIP Yakin 'Blak-blakan' Mahfud MD Tak Ganggu Koalisi Jokowi

Mahfud MD Curhat Gagal Jadi Cawapres, PDIP: Sudah Selesai, Mari Kita Lihat ke Depan!

BNPT Paparkan Potensi Ancaman Radikal Masuk ke Lingkungan Kampus

Terpisah, aktivis Medan Utara Institute, Rahmad Al Rasyid juga mengecam pernyataan tersebut. "Jangan suka menyebar berita bohong apalagi soal teroris dalam situasi seperti ini. Seorang wakil rakyat harusnya membuat teduh, bukan malah buat gaduh," kata Rahmad.

Jika memang benar ada partai yang mendukung teroris, Rahmad meminta Hasyim memberitahukannya ke pemerintah dan publik. "Kalau memang ada, ungkap saja nama partainya. Kalau tak berani mengungkap, berarti Hasyim terindikasi sengaja menyebar berita bohong," kata Rahmad.

Menyikapi itu, Hasyim mengaku gambar itu didapat dari laman media sosial facebook dan kemudian mempostingnya dalam grup WhatsApp. "Saya dapat di facebook, jadi saya lempar aja ke grup karena saya kepingin tau apa benar ada partai pendukung teroris," katanya.

Disinggung kebenaran soal partai pendukung teroris sebagaimana kalimat dalam foto itu, Hasyim menepisnya. "Saya lihat itu di facebook banyak postingan soal partai pendukung teroris. Saya juga mau tau apa benar ada. Jadi saya lempar aja tautan itu ke grup. Kalau ada kawan-kawan dari grup itu yang tau, ya silakan dikasih tau lewat grup itu," kata Hasyim.

Ditanyakan soal tindakannya menyebar berita bohong lewat transaksi elektronik yang termaksud dalam UU ITE, Hasyim menyampaikan permohonan maaf. "Kalau ada yang tersinggung di grup itu saya minta maaf. Tapi gak perlu tersinggung karena saya gak sebut nama partai di situ," pungkasnya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image