Mitos Pada Wanita Hamil yang Masih Dipercaya Masyarakat Indonesia

Rahma Maulidia

Image
Ilustrasi wanita hamil | NETMUMS.COM

AKURAT.CO, Banyak masyarakat Indonesia yang termakan oleh mitos yang telah ada sejak zaman nenek moyang. Seperti halnya mitos-mitos yang dipercaya saat wanita sedang mengandung.

Karena takut terjadi hal buruk pada bumil dan jabang bayi, terkadang mitos itu justru dijalani oleh sebagian masyarakat. Bahkan, itu sangat dipegang kuat, dan menjadi sebuah kebenaran.

Seperti apa sih mitos-mitos yang hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat? Berikut ini empat mitos pada pada wanita hamil yang dikutip AKURAT.CO dari berbagai sumber.

baca juga:

Disinggung Soal Kabar Hamil, Tyas Mirasih Minta Didoakan

Jenis Kelamin Bayi Bisa Prediksi Komplikasi Kehamilan

Bahagianya Ringgo A Rahman, Akhirnya Sabai Morscheck Hamil Anak Kedua

 

Minum air kelapa saat hamil membuat bayi yang lahir putih bersih

Banyak orang yang mengatakan bahwa sering minum air kelapa saat hamil dapat membuat bayi yang lahir nantinya berkulit putih dan bersih. Padahal, soal jenis dan warna kulit itu tergantung dari gen. Tidak ada korelasinya dengan meminum air kelapa.

 

Memotong dan menjahit baju dapat membuat bibir sumbing pada janin

Mitos seperti ini sering terdengar di telinga masyarakat. Padahal, bibir sumbing biasanya terjadi karena pengaruh obat-obatan bebas yang diminum saat hamil, efek radiasi, ataupun faktor genetika.

 

Minum air es bisa membuat bobot janin berlebih

Bayi besar mungkin bisa disebabkan karena ibu hamil mempunyai riwayat penyakit kencing manis (diabetes mellitus) atau terlalu banyak makan. Tidak ada kaitannya meminus air es dapat menyebabkan bobot janin meningkat, kecuali meminumnya dengan diberi sirup atau gula, karena rasa manis dapat meningkatkan bobot bayi.

 

Berhubungan intim saat hamil dapat membahayakan janin

Bayi dilindungi dengan kantong ketuban, otot rahim yang kuat serta lapisan lendir tebal di mulut rahim. Sehingga aman bagi ibu untuk berhubungan intim. Orgasme juga tidak menyebabkan keguguran karena kontraksi otot pada saat orgasme berbeda dengan kontraksi ketika melahirkan. Bahkan, banyak penelitian yang membuktikan bahwa berhubungan intim saat hamil justru bisa mengurangi kemungkinan persalinan prematur.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image