Menteri Pariwisata Pastikan Sektor Pariwisata Telah Tingkatkan Keamanan

Lina Citra Rasmi

Image
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). Tiga Menteri hari ini memaparkan tentang Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut. | AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Rentetan teror bom yang tengah melanda beberapa kota di Indonesia, membuat kegelisahan dalam benak masyarakat Indonesia. Mengingat teror bom ini sudah terjadi lebih dari sekali dalam rentang waktu yang tak begitu lama, dan korban berjatuhan dimana-mana.

Pertama ledakan bom gereja terjadi di Surabaya, menyusul Sidoarjo dan terbaru di Riau. Ditambah serangkaian penggerebekan sarang teroris di beberapa titik membuat kepanikan ini semakin membuncah. Peristiwa inipun membuat semua kalangan semakin membenahi sektor keamanannya supaya tak terulang lagi tragedi nahas tersebut.

Misalnya di sektor pariwisata, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan para pelaku usaha sektor pariwisata seperti hotel dan tempat wisata, telah meningkatkan keamanan sebagai antisipasi sejumlah aksi teror ini.

baca juga:

Tito: Pemilik Bom Pasuruan Jaringan Teror CIMB Niaga Medan

Ini Alasan Kepolisian Tembak Mati Terduga Teroris

Ini Penjelasan Kapolri Terkait Penangkapan Teroris Indramayu dan DIY

“Tentu seperti itu. Untuk hotel, PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) sudah ada permintaan bahwa keamanan ditingkatkan,” kata Arief di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, (16/5).

Sampai saat ini terdapat 14 negara yang mengeluarkan anjuran perjalanan travel advisory untuk Indonesia, di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura, Malaysia, dan Hongkong.

“Travel advisory itu adalah kewajiban negara mengingatkan warganya, belum larangan. Ditujukan kepada warga negara tersebut kepada warga negaranya yang sedang berada di suatu daerah,” kata menteri asal Banyuwangi tersebut.

Bak menyambut Surabaya dan Sidoarjo, pada Rabu, (16/5) pagi, Markas Kepolisian Daerah Riau juga diserang. Peristiwa ini menyebabkan petugas Polda Riau menembak mati empat pelaku penyerangan.

Melihat hal tersebut, Arief Yahya berharap agar kondisi keamanan nasional terkait aksi teror ini dapat segera teratasi.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image