Benarkah Mitra Go-Jek Terlibat ISIS?

Azhar Ilyas

Image
Pernyataan Go-Jek Tentang Kabar Hoax Terkait ISIS | TWITTER/@gojekindonesia

AKURAT.CO, Kabar hoax berawal dari sebuah pesan WhatsApp kepada seorang ibu untuk tidak memesan makanan melalui layanan Go-Food. Pesan tersebut menuduh salah satu driver-nya termasuk anggota jaringan ISIS dan membubuhkan racun ke dalam makanan yang dipesan.

Penyebar hoax tersebut menyebut bahwa sepupunya telah meninggal karena ulah driver. Namun, ia tak berani menyebutkan nama driver ojek online berikut nama restorannya.

Tentu kabar ini meresahkan masyarakat. Menanggapi isu tersebut, perusahaan yang dipimpin oleh Nadiem Kariem itu telah menyatakan kecamannya melalui akun Twitter resmi.

baca juga:

Intelijen Disarankan Libatkan Masyarakat Deteksi Terorisme

Miliki Alat Canggih, Polri Yakin Terorisme Tak Jadi Ancaman

Kapolda Jabar: Bom Mapolres Indramayu Berdaya Ledak Rendah

“GO-JEK Indonesia mengecam tindakan penyebaran hoax seputar layanan kami karena sangat merugikan mitra UMKM dan driver yang jujur dan bekerja keras,” tulisnya dalam akun Twitter @gojekindonesia, Rabu (16/5).

Selain itu, pihak Go-Jek juga mengapresiasi kepada berbagai pihak, khususnya Polri, yang telah membuka suara bahwa kabar tersebut adalah hoax.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang kritis bertanya kepada kami. Mari kita terus berpartisipasi menciptakan kenyamanan bersama. #antihoax,” tambahnya.

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image