Gubernur Anies Resmi Lepas Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir

Iwan Setiawan

Image
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan sambutanya dalam penyelenggaraan nikah massal di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (31/12). Nikah massal ini diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menyambut perayaan tahun baru 2018. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menurunkan 100 orang penghulu dengan peserta nikah massal mencapai 437 pasang penganten dari seluruh wilayah Jakarta. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akhirnya resmi melepas saham sebesar 26,25 persen di perusahaan bir, PT Delta Djakarta yang sudah dimiliki Pemprov selama 45 tahun.

"Rata-rata deviden yang didapatkan Pemprov itu sekitar Rp38 miliar pertahun, kita berharap dan kita yakin bahwa penjualan saham 26,25 persen ini, kita akan mendapatkan tambahan pemasukan lebih dari Rp1 triliun. Jadi kalau kita mau mendapatkan Rp1 trilium dengan mempertahankan saham di Delta mungkin kita perlu 30 tahun lebih baru bisa dapat angka satu triliun dana itu," kata Gubernur Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/5).

Dilepasnya saham di PT Delta Djakarta merupakan komitmen Anies-Sandiaga kemudian juga akan memanfaatkan dana yang nanti didapat dari penjualan saham ini untuk pembangunan yang dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.

baca juga:

Rustam: Mudah-mudahan Anies Tak Sabar Resmikan MRT, Sekarang Gardunya Dulu

Polemik Tol, Addie: Sudahlah Mas Anies Mending Fokus Semarakkan Asian Games

Tidak Ada Perbankan BUMN yang Beri Pinjaman Inalum Caplok Saham Freeport

"Kita berharap bahwa proses pelepasan ini akan berjalan dengan lancar sekarang dalam proses penentuan untuk kepentingan konsultan yah untuk konsultan bagi penjualannya dan mudah-mudahan dalam waktu singkat ini bisa tuntas itu yang ingin kita sampaikan," kata Anies.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kebijakan melepas saham Pemprov di perusahaan bir sudah lama ditunggu dan tentunya mengacu kepada undang-undang pasar modal dan juga ketentuan yang berkaitan dengan segala proses regulator yang akan harus dijalani.

"Untuk memastikan penjualan ini, pertama, sesuai dengan seluruh koridor hukum baik di pasar modal maupun juga di perizinan yang diperlukan di wilayah Pemprov DKI, termasuk juga perizinan dari teman-teman di DPRD," kata Sandiaga.

Kedua tambahnya, akan membuat dan memastikan proses ini transparan dan sangat kredibel dan akan menunjuk tentunya pihak-pihak yang kredibel, transparan untuk memastikan mendapatkan valuasi terbaik atas kepemilikan saham Pemprov DKI.

"Salah satu juga yang menjadi landasan dari keputusan untuk melepas adalah diskusi kita dengan mitra kita yang selama ini menyatakan bahwa mereka ingin ekspansi, tapi karena posisi Pemprov tidak bisa menambah investasinya di Delta Djakarta mereka belum bisa berkembang," kata Sandiaga. 

"Dan mereka ingin berkembang tentunya harus juga mendapatkan opsi untuk bisa menambah modal dan ini bisa difasilitasi dengan keputusan Pemprov untuk melepaskan saham ini," imbuhnya.

Jadi menurut Sandiaga, dari segi aspek ekonomi, aspek bisnis, aspek hukum dan aspek keuangannya sudah terpenuhi.

"Teman-teman sudah memberikan kajian kepada kita dan hari ini tepat tadi sebelum memasuki 1 Ramadan kita mengakhiri lebih dari 45 tahun kepemilikan Pemprov DKI di PT Delta Djakarta," kata Sandiaga.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image