Kopi Lokal Cina Tuntut Starbuck Atas Monopoli Dagang

Wayan Adhi Mahardika

Image
Starbucks | RETAILNEWS.ASIA

AKURAT.CO, Merek kopi baru Cina, Luckin Coffee, menuduh Starbucks telah memonopoli pasar Cina. Dikatakan bahwa perusahaan AS tersebut telah mendorong keluar kedai kopi lain dan menekan pemasok industry lokal.

Dikutip dari Russia Today, dalam sebuah surat terbuka ke Starbucks, perusahaan itu menunjukkan bahwa perusahaan kopi yang berbasis di Seattle telah menandatangani kontrak eksklusif dengan banyak pemilik properti di China.

Luckin Coffe berpendapat bahwa banyak pemasok utamanya telah diminta untuk berhenti menyediakan produk ke Luckin Coffee.

baca juga:

Honor 9X , Smartphone Kelas Menengah Fitur Berkelas

FBI Tangkap Insinyur Asal Cina Pencuri Dokumen Pengembangan Teknologi Apple

Peduli Energi Bersih, Apple Gelontorkan USD300 Juta di Cina

Praktik semacam itu telah mempengaruhi operasi kami dan melukai persaingan yang adil, serta menghambat perkembangan industri kopi, kata Wakil Presiden Luckin Coffee Guo Jinyi dikutip oleh China Daily.

Dia tidak memberikan rincian apapun, tetapi mengatakan Luckin Coffee sedang menyiapkan gugatan terhadap Starbucks.

Starbuck menjawab tidak mau berpartisipasi dalam promosi pemasaran merek lain, dan menambahkan bahwa persaingan masih sehat.

Sejak peluncuran Luckin Coffe sekitar empat bulan yang lalu, Luckin Coffee telah membuka 400 toko di 13 kota Cina, melayani 1,3 juta pelanggan dengan 5 juta cangkir kopi. Perushaan ini mentargetkan generasi muda dengan menawarkan kopi murah dengan rasa yang dioptimalkan untuk konsumen Cina.

Starbucks, yang masuk ke Cina pada tahun 1999, telah berkembang pesat di seluruh Cina . Saat ini Starbuck adalah pemain top di China dengan lebih dari 3.200 toko di 139 kota. Perusahaan ini mempekerjakan 40.000 orang dan melayani lebih dari enam juta pelanggan setiap minggu.

Starbucks memiliki 58,6 persen pangsa pasar di Cina, diikuti oleh McCafe sebesar 6,1 persen dan Costa Coffee sebesar 3,8 persen.

Pasar kedai kopi Cina mencapai 30,1 miliar yuan (USD4,72 miliar) tahun lalu, dibandingkan dengan 26,1 miliar pada 2016, menurut Euromonitor International.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image