Ramadan 1439 H

Alokasi Premium di Jawa Meningkat 17 Persen Pada Arus Mudik

Siti Nurfaizah

Image
Seorang petugas membersihkan mesin dispenser BBM yang ada di SPBU Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (25/2). Pemerintah melalui pertamina melakukan kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax naik dari Rp300 sehingga harga menjadi Rp8.900 per liter. Kenaikan terjadi merata di seluruh bahan bakar nonsubsidi tersebut sejak Sabtu (24/2) tengah malam. Selain itu kenaikan juga terjadi pada pertamina dex sebesar Rp750 per liter, yaitu dari Rp9.250 menjadi Rp10 ribu. Sementara Pertamax turbo juga meningkat dari Rp9.600 menjadi Rp10.100 dan Dexlite naik Rp600 per liter menjadi Rp10.100 | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Direktur Logistik, Supply Chain & Infrastruktur PT Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan akan ada peningkatan alokasi premium di seluruh SPBU di Pulau Jawa sebanyak 17 persen menjelang arus mudik 2018.

"Tentu antisipasi kenaikan di satgas alokasi premium akan dimajukan pada menjelang arus mudik untuk sediakan arus mudik dan arus balik. Jadi total 17 persen kenaikan," jelasnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/5).

Dia menjelaskan, peningkatan 17 persen tersebut berasal dari tingkat konsumsi yang meningkat sejak bulan Maret hingga Mei 2018, sebesar 10 persen yaitu 27.000 kiloliter per hari.

baca juga:

Antisipasi Kekeringan, Pemkot Depok Buat Sumur Imbuhan

BMKG: Gelombang Laut Selatan Jawa Tengah-Yogyakarta Masih Berbahaya

Jelang HUT RI, Pohon Pinang dan Bambu Diburu Warga

"Sehingga volume meningkatnya rata-rata per hari sebesar 7 persen dari rata-rata bulan Mei yang sudah kami naikkan 10 Persen," lanjutnya.

Dia melanjutkan, untuk kecukupannya, premium disiapkan untuk mencukupi selama 27 hari. Sedangkan solar selama 24 hari, Dexlite 35 hari, dan LPG selama 17 hari.

"Untuk premium kami siapkan 27 hari premium, sedangkan produk solar ketersediaan stok 24 hari. Di luar itu sisanya, rata2 ke