Kasad: Sinergitas Komponen Bangsa Membangun Imunitas untuk NKRI

Deni Muhtarudin

Image
Kasad, Jenderal Mulyono, saat melakukan kunjungan kerjanya ke Wilayah Kodam II/Sriwijaya dan meresmikan GOR Ksatria Bhakti Negara di Dining Hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumsel, Sabtu (5/5) | Dok. Dispenad

AKURAT.CO, Sinergitas Komponen Bangsa, Membangun Imunitas Bangsa Untuk NKRI atau Immunity of Nation disebut terbukti menjadikan bangsa Indonesia kebal dari pengaruh virus yang mengikis kebangsaan Indonesia yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angatan Darat (Kasad), Jenderal Mulyono, pada acara silaturahmi dengan berbagai komponen masyarakat, pemimpin media massa dan tokoh lintas agama yang digelar di Aula Jenderal Besar A.H Nasuiton Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Mulyono mengungkapkan bahwa perluasan isu hoax dan ujaran kebencian di Indonesia saat ini begitu masif, sehingga amplifikasi melalui media konvensional maupun media sosial dengan 130 juta pengguna aktif dari 260 juta penduduk sangatlah efektif untuk membentuk opini masyarakat.

baca juga:

Selamatkan Bayi, 2 Prajurit Babinsa Diberikan Penghargaan Oleh Kasad

Prajurit Yonif 756/WMS Amankan 2 Pucuk Senpi dan Puluhan Peluru

Masih Ada Wilayah Terisolasi, Presiden Jokowi Perintahkan Panglima TNI untuk Diselesaikan Masalahnya

"Hal ini didukung pula oleh rendahnya rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia yang hanya mencapai 8,6 tahun atau setara dengan Kelas 2 SMP, sebagaimana yang ditemukan oleh BPS pada tahun 2017," ungkapnya dalam keterangan resmi kepada AKURAT.CO, Jakarta, Rabu (16/5).

Mulyono mengatakan, meningkatnya suhu politik dan keamanan selama pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2017 lalu sebagai akibat dari penggunaan hoax dan kebencian oleh para politisi melalui berbagai saluran media. Hal itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua tentang kerawanan media yang dapat menyebarkan konten-konten yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

"Tentunya kita tidak menginginkan kondisi tersebut kembali terjadi selama pelaksanaan pesta demokrasi pada tahun 2018 dan 2019 yang akan datang, dimana secara bersamaan negara kita akan menyelenggarakan tiga hajatan penting, yaitu Pilkada Serentak di 171 wilayah, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, serta tahapan Pilpres dan anggota DPR pada tahun 2019," ujarnya.

Mulyono menegaskan, segala sumber daya yang melimpah ruah dan bonus demografi yang sangat besar bahkan jauh dari negara-negara lain, namun belum dapat membantu pemerintah secara optimal guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan nasional.

"Bagi TNI AD, memang hal itu dapat dikatakan sebagai di luar batas kewenangan, namun jika kita telisik lebih dalam lagi, maka sesungguhnya esensi dari sistem pertahanan rakyat semesta adalah kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa. Oleh karenanya, TNI AD merasa terpanggil untuk menyelaraskan fungsi pertahanan dengan pembangunan kesejahteraan nasional, dan saya yakin juga bahwa Bapak/Ibu sekalian pun turut merasakan hal yang sama," katanya.

Mulyono menambahkan, suatu kemustahilan jika mengelola aset yang demikian besar hanya dengan pemikiran yang pragmatis dan sektoral. Untuk itu, dalam berbagai kesempatan, TNI AD senantiasa mengajak seluruh komponen bangsa untuk turut terlibat dan melibatkan diri dalam program yang sedang dibangun oleh pemerintah, khususnya untuk membangun Indonesia sejahtera sesuai dengan fungsi dan bidang kompetensi masing-masing.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image