Rupiah Anjlok Lagi

Menkeu Tak Digubris Pelaku Pasar, Rupiah Kembali Melempem

Prabawati Sriningrum

Image
Ilustrasi - Perkembangan Rupiah Negatif | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Terjadinya kisruh politik di Italia memberikan imbas negatif pada pergerakan EUR sehingga laju USD mampu memanfaatkan pelemahan tersebut untuk kembali terapresiasi.

Meningkatnya kembali laju USD yang dibarengi dengan naiknya imbal hasil obligasi AS berimbas negatif pada laju Rupiah.

Adanya pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa reformasi fiskal perlu dilakukan terus-menerus, karena APBN yang sehat merupakan salah satu alat untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan tampaknya tidak banyak digubris pelaku pasar.

baca juga:

Bursa Dunia Bergerak Variatif

Minim Sentimen Positif, Rupiah Rawan Pasif

IHSG Ada Ruang Menguat, Bidik Keenam Saham Ini

Di sisi lain, perbaikan yang terjadi pada ekonomi AS memberikan ruang yang cukup bagi terapresiasinya laju USD.

" Bahkan kenaikan 8,7 persen jumlah utang luar negeri yang tercatat di BI direspon negatif pelaku pasar," jelas Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (17/5).

Minimnya sentimen positif di dalam negeri membuat peluang kenaikan pada Rupiah cenderung turun. Ditambah dengan pergerakan USD yang masih bertahan positif makin menutup peluang Rupiah untuk berbalik positif.

Tidak hanya itu, antisipasi akan rilis suku bunga acuan Bank Indonesia turut menahan laju Rupiah. Suku bunga acuan diperkirakan masih akan tetap.

Jikapun berubah maka hanya sebesar 25 bps untuk menjaga kondisi moneter dan perbankan nasional. Untuk itu, tetap mewaspada berbagai sentimen yang dapat membuat