Wakapolri Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Peristiwa Teror

Safrina

Image
Wakapolri Komjen Pol M Syafrudin menggelar konferensi pers di Mapolda Riau | AKURAT.CO/Safrina

AKURAT.CO, Wakapolri Komjen M Syafruddin, mengatakan bahwa dalam 8 hari ini sudah terjadi serangkaian rentetan peristiwa teror yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu terhadap aparat keamanan, baik itu Polri dan TNI.

Terakhir, pada Rabu(16/5), terjadi aksi penyerangan terhadap markas polisi Polda Riau yang dilakukan terduga teroris. Dengan cara menambrakkan kendaraannya kepada para petugas kepolisian. 

"Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, jangan dijadikan kejadian-kejadian meruntun tersebut untuk panik. Aparat keamanan Polri dan TNI akan bisa mengatasi ini semua. Yang penting kewaspadaan dan keutuhan harus tetap dijaga. Masyarakat jangan ceroboh terhadap gelagat yang kapan saja bisa terjadi," ujarnya.  

baca juga:

Lagi, Kapal Tenggelam di Perairan Lingga

Terduga Teroris di Depok Ingin Lakukan Aksi Amaliyah Saat Pilkada Jabar Berlangsung

Menegangkan, Begini Kronologis Penyergapan Terduga Teroris di Depok

Syafruddin juga memerintahkan kepada anggota Polri untuk lebih waspada  profesional lagi dalam bekerja. Jangan pernah lengah dipenjagaan-penjagaan mana pun.  Mulai dari markas besar kepolisian, komando, polres hingga polsek, brimob hingga TNI. 

"Kalau aparat sudah profesional dalam bekerja, masyarakat utuh dan tidak ada kepanikan serta tetap waspada. Maka masalah ini akan dapat diselesaikan," terangnya. 

Syafruddin juga mengespresikan para awak media baik itu TV, cetak hingga media online yang sudah memberitakan secara utuh kejadian-kejadian yang terjadi. 

"Namun yang saya prihatinkan itu, adalah media-media tertentu dan media sosial yang meberikan berita bohong. Sehingga mengakibatkan kepanikan-kepanikan dimasyarakat. Dimana mereka mengunggah kejadian yang terjadi diluar negeri dan beberapa tahun yang lalu. Seolah-olah kejadian itu baru terjadi di Indonesia," urainya. 

Ketika ditanya, apakah kejadian yang terjadi ini ada hal yang sama dengan kasus di Surabaya. Wakapolri mengatakan ada indikasi kesana. Meski demikian, hal tersebut masih sedang dikembangkan apakah ada hububgannya dengan rentetam kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu. 

"Ini sedang kita cari, apakah kejadian ini ada hubungannya dengan kejadian-kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu.  Pada waktunya akan diberi tahu.  Sehingga awak media tidak memberitakan sepenggal-sepenggal. Yang jelas peristiwa ini terjadi dimana dengan peristiwa penyerangan," ungkapnya.

Terkait adanya klaim ISIS atas peristiwa teror yang terjadi di Surabaya dan Pekanbaru, Wakapolri mengatakan tidak membantahnya.

"Silahkan saja. Bagi kita yang penting masyarakat itu harus bisa kita solidkan.  Jadi, tempatkan diri kita semua ini untuk kepentingan publik bukan pribadi.  Sehingga apapun yang diklaim untuk merusak bangsa ini tidak akan berhasil," katanya lagi.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image