Bunga Bank Picu Masalahan Kesehatan Mental

Nur Hofifah

Image
Ilustrasi orang stres memikirkan bunga bank | DAILYMAIL.CO.UK

AKURAT.CO, Apakah Kamu memiliki kredit kepemilikan rumah? Sama dong. Apakah Kamu memiliki kredit mobil? Sama dong. Dan itu membuat pusing? Sama juga. Namun ternyata bukan kredit yang membuat pusing sebenarnya.

Tapi, bunga bank dari kredit yang terus merangkak naik tanpa pemberitahuan itulah yang membuat pusing. Bukan hanya pusing, bungan bank juga bisa mengganggu kesehatan mental. Jangan sampai stroke dan terkena serangan jantung hanya karena bunga bank tak mau turun.

Penelitian terbaru menunjukkan adanya keterkaitan antar bunga bank sentral dan kesehatan mental. Untuk itu, perlunya perhatian dari bank sentral untuk mempertimbangkan keputusan menaikkan suku bunga karena itu sangat berpengaruh pada kesehatan mental masyarakat.

baca juga:

Duh! Patah Hati Bisa Bawa Kamu ke Serangan Jantung

Kendall Jennner: Saya Berada di Ambang Gangguan Mental

Minum Suplemen Vitamin Tidak Melindungi dari Serangan Jantung dan Stroke

“Bank sentral diminta untuk mempertimbangkan indikator non-ekoomi dalam membuat kebijakan publik terkait bunga bank,” kata peneliti pusat kajian tingkat laku manusia di Universitas Stirling, Christopher Boyce, dilansir The Independent pada Kamis (17/5).

Hanya saja, kebanyakan bank sentral justru hanya mengambil kebijakan berdasarkan kajian ekonomi semata. Padahal, dampak nyata kesehatan mental sangat bisa dirasakan di masyarakat. Pasalnya, tujuan utama bank sentral juga menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya dari segi finansial, tetapi dari kesehatan mental.

Isu kesehatan mental seharusnya menjadi faktor penting dalam ekonomi. Keduanya sangat berkaitan. “Kita harus menciptakan lingkungan ekonomi yang mendukung kesehatan mental,” jelas Boyce.

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image