Masjid Tua Jakarta

[FOTO ESAI] Masjid Istiqlal, Simbol Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Dharma Wijayanto

Image
Masjid Istiqlal, Simbol Kemerdekaan Bangsa Indonesia | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Delapan tahun sejak kemerdekaan negara Republik Indonesia, sejumlah tokoh umat islam mengadakan pertemuan seperti, Wahid Hasyim, Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan berbagai elemen masyarakat lain berkumpul dengan tujuan utama mendirikan masjid sebagai simbol kemerdekaan RI.

Setahun kemudian, tepatnya 7 Desember 1954, dibentuklah yayasan yang difungsikan sebagai panitia pendirian masjid.

Sebelumnya, telah disepakati nama istiqlal sebagai nama masjid, yang dalam bahasa Arab memiliki arti kemerdekaan.

Pada masa itu, dibuatlah sayembara berupa arsitektur desain bangunan masjid yang sekaligus menggambarkan kemerdekaan Indonesia. Sebanyak 30 peserta mengikuti sayembara tersebut, namun hanya 22 peserta yang lolos memenuhi persyaratan.

Dari 22 peserta kemudian panitia menyaring hingga menjadi lima peserta yang terpilih, dan pilihan jatuh ke tangan seorang arsitek berdarah Batak bernama Frederich Silaban. Menariknya, Frederich justru adalah seorang Kristiani.

Pembangunan masjid Istiqlal memakan waktu hingga 17 tahun. Terhitung sejak tahun 1961 saat pemerintahan Sukarno dan selesai di tahun 1978 di era kepemimpinan Soeharto.

Masjid yang berdiri di lahan seluas 9,5 Hektar meliputi taman, tempat parkir dan kolam air mancur. 

Lantai utama Masjid Istiqlal mampu menampung jamaah hingga 16.000 orang. Sementara, pada sisi kanan, kiri, dan belakang terdapat lantai bertingkat 5 yang mampu menampung jamaah hingga 61.000 orang.

Terdapat 12 pilar yang mewakili tanggal lahir nabi Muhammad SAW yakni 12 Rabiulawal. Pilar-pilar tersebut menyangga kubah utama masjid yang berdiameter sepanjang 45 meter sebagai pengingat tahun kemerdekaan RI. Pada sisinya tertulis ayat kursi dan surat Al-Ikhlas.

Tidak hanya itu saja, pada 2017 lalu Masjid Istiqlal kembali menerima hadiah kehormatan dari raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud berupa kain Kiswah atau penutup Kakbah.

Kiswah itu bertuliskan Surat Al-Baqarah ayat 125 yang memiliki arti: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian makam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: 'Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang itikaf, yang ruku dan yang sujud'".

Dari penggalan ayat tersebut, pemberian Kain Kiswah memiliki arti yakni, Masjid Istiqlal diakui menjadi simbol makam Nabi Ibrahim. []

AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image