Utang yang Ditarik Pemerintah Capai Rp187,16 Triliun

Siti Nurfaizah

Image
Ilustrasi - Bank Indonesia (BI) | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Utang luar negeri Indonesia di akhir kuartal I 2018 menurut catatan Bank Indonesia (BI), sebesar 358,7 miliar dolar AS atau setara Rp5.022 triliun dengan asumsi kurs Rp14 ribu/dolar AS.

Ini berart tingkat utang tersebut menunjukkan peningkatan 8,7 persen (yoy) jika dibandingkan kuartal I 2017.

Menilik Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Kuartal I 2018 yang diumumkan BI di Jakarta, Selasa (15/5), ULN Indonesia terdiri atas utang pemerintah dan Bank Indonesia yang mencapai 184,68 miliar dolar AS atau Rp2.585 triliun, yang berarti naik 11,04 persen (yoy) dibandingkan Maret 2017 yang tercatat 166,31 miliar dolar.

baca juga:

Gelar Halal Bihalal, Menteri Susi Anggun dengan Dress Abu-Abu 

Catat! Batas Waktu Penukaran Empat Uang Kertas Lama Ini Akhir Desember

Dituding Dapat Perlakuan Khusus, Ini Pembelaan G-Dragon

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan bahwa hingga April 2018 total utang yang ditarik oleh pemerintah mencapai Rp187,16 triliun. Jumlah tersebut lebih kecil 3,3 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp193,6 triliun.

Selain itu, angka ini tercatat 46,9 persen dari target pembiayaan tahun ini sebesar Rp399,2 triliun.

Namun melihat keseimbangan primer yang tercatat surplus hingga Rp24,2 triliun atau membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,7 triliun, maka defisit APBN menunjukkan membaik.

"Jadi dengan menurunnya penarikan pembiayaan antara Januari hingga April bisa dibilang APBN semakin sehat. Ini menunjukkan konsistensi keuangan negara, utamanya kebijakan utang yang selama dijadikan sorotan berbagai pihak," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (17/5).

Namun hingga akhir tahun nanti, Menkeu optimistis defisit APBN akan bergerak di kisaran 2 persen, atau bahkan lebih baik ketimbang target APBN 2018 yakni 2,19 persen. Dengan demikian, seharusnya pembiayaan yang dilakukan pemerintah bisa tetap stabil dan tidak terlalu melonjak.

"Kami melihat sampai akhir tahun nanti optimistis melakukan realisasi pembiyaan untuk APBN secara stabil," ujarnya. []

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image