Koopssusgab Terbentuk, KontraS Khawatir TNI Sulit Dikontrol

Herry Supriyatna

Image
Koordintor KontraS Yati Andriyani meminta Presiden Joko Widodo mengambil sikap terkait empat Perwira Tinggi Polri yang masih aktif ikut berpartisipasi dalam kontestasi Pilkada Serentak 2018 | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

AKURAT.CO, Rencana pembentukan Komando Pasukan Khusus Gabungan (Koopssusgab) dari berbagai satuan di TNI untuk memberantas terorisme dikritik Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Koordinator KontraS Yati Andriyani mengungkapkan, pelibatan TNI dalam penanganan terorisme sulit terkontrol jika dipermanenkan dalam bentuk Koopssusgab. 

"Kalau ia (Koopssusgab) dibentuk kemudian dipermanenkan, kemudian ada operasi yang sifatnya di luar penegakan hukum, bagaimana mengontrolnya," jelas Yati di kantor KontraS Jakarta Pusat, Kamis (17/5). 

baca juga:

Panglima TNI Menilai Pengamanan Libur Lebaran 2018 Berjalan Baik

Jelang Pilkada Serentak, Polda Jateng dan TNI Terjunkan Tim Gabungan

Jelang Pilkada Serentak, Polisi Turunkan 171 Ribu Personel untuk Pengamanan

Bukan hanya itu, masalah akuntabilitas TNI juga jadi persoalan. TNI hanya memiliki peradilan militer yang masih sangat jauh dari semangat reformasi hukum.

"Saya ingin menyampaikan bahwa sebetulnya tanpa ada pembentukan satu Koopssusgab pun ini dapat dipraktikkan," jelasnya.

Sebagai contoh konkretnya, lanjut dia, seperti keberhasilan pada operasi Tinombala, Camar Maleo yang hanya melibatkan TNI dengan sistem bawah kendali operasi (BKO). [] 

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image