Selain Perdana Menteri, Mahathir Mohamad Rangkap Jabatan Jadi Menteri Pendidikan

Safaraz

Image
Perdana Menteri Malaysia Mahat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menggelar konferensi pers hari ini, Kamis (17/5) | REUTERS

AKURAT.CO, Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad hari ini mengumumkan dia akan bertindak juga sebagai menteri pendidikan.

Deputi PM Wan Azizah Wan Ismail juga merangkap sebagai Menteri Urusan Perempuan dan Kesejahteraan. Mahathir berharap dapat mengumumkan lebih banyak menteri kabinet lagi, besok atau akhir pekan.

“Kami akan mencoba melantik 13 menteri pada Senin (21/5) jika Istana sepakat,” ungkap Mahathir saat konferensi pers hari ini, dikutip Channel News Asia.

baca juga:

Indonesia-Jepang Dorong Denuklirisasi Penuh Korea Utara

5 Pro Gamers Indonesia yang Tembus Kancah Internasional

Sempat Heboh Bayi Dilempar, Ini Kejadian Sebenarnya

Mahathir, 92, menjadi menteri pendidikan pada 1974 sebelum jadi deputi PM pada 1976. Saat ditanya mengapa dia ingin portfolio pendidikan, Mahathir berkelakar, “Saya mengambil portfolio pendidikan karena saya pikir sangat banyak orang tidak terdidik di negara ini, jadi saya pikir saya harus memberi perhatian saya pada itu.”

“Tapi terlepas dari itu, saya pikir cara kita mengajar telah kadaluarsa. Hari ini dengan komputer dan cara lain, kita harus menciptakan cara baru mengajar,” tutur dia.

Pekan lalu, Mahathir memilih Lim Guan Eng sebagai menteri keuangan, Muhyiddin Yassin sebagai menteri dalam negeri dan Mohammad Sabu sebagai menteri pertahanan.

Lim merupakan menteri keuangan etnik China pertama di Malaysia dalam lebih dari empat dekade. Anwar Ibrahim yang memimpin Parti Keadilan Rakyat menyatakan sempat ada kekhawatiran tentang pemilihan itu.

Kekhawatiran itu telah diatasi dan Anwar menjelaskan perlu ada diskusi tentang masalah itu untuk memahami konsekuensi dan dampak pada etnik Melayu.

Terkait peran Anwar setelah dibebaskan dari penjara, Mahathir menyatakan pria 70 tahun itu akan bergabung dalam dewan kepresidena koalisi Pakatan Harapan.

“Dewan kepresidenan akan memiliki badan lebih kecil, enam orang. Kami ingin memasukkan Datuk Seri Anwar. Jadi enam orang akan bertemu lebih sering dan saat ada isu mereka akan bertemu dan mengambil langkah segera,” tutur Mahathir.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image