Lepas Saham Bir Delta Djakarta, Sandiaga Bakal Yakinkan DPRD

Yohanes Antonius

Image
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Salahuddin Uno saat diwawancarai Wartawan di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/2) | AKURAT.CO/Arief Munandar

AKURAT.CO, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyayangkan bila Pemprov DKI melepas 26,25 persen saham di PT Delta Djakarta (DLTA), padahal perusahaan bir itu menghasilkan pemasukan cukup banyak untuk Ibu Kota.

Menyikapi itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno akan mengadakan loka karya untuk menjawab kekhawatiran DPRD bila saham perusahaan bir itu dijual.

"Nanti di (Gedung) DPRD, saya akan buat workshop untuk menjawab semua kekhawatiran terhadap menurunnya sumber pemasukan khususnya PAD (Pendapatan Asli Daerah)," kata Sandiaga di Jakarta, Kamis (17/5).

baca juga:

Kejanggalan Kasus Penipuan dan Penggelapan Plat Besi di Polres Jakut Makin Terkuak

Gedung DPRD Balikpapan Digeledah Polisi, Ada Apa?

Setelah Bertemu, Ini yang Dibahas Prabowo-Sandiaga dengan JK

Menurut Sandiaga, pelepasan saham ini justru membantu PT DLTA bila ingin memperluas bisnisnya. Bahkan, perluasan bisnis itu disinyalir akan menghasilkan lapangan pekerjaan baru untuk warga.

"Justru kita ingin begitu mereka melakukan ekspansi karena salah satu yang kita harapkan adalah setelah DKI tidak menjadi pemegang saham, mereka bebas melakukan ekspansi. Ekspansi tersebut insya Allah akan menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan profit yang lebih baik, kita akan mendapatkan justru tambahan," kata Sandiaga.

Sandiaga menyebut, kini Pemprov DKI tengah melengkapi dokumen sebagai persyaratan untuk menjual semua saham PT DLTA. Namun ia tak dapat memastikan waktu pasti untuk menjual saham PT DLTA.

"Ya paling cepat kita, tapi kita harus melengkapi seluruh persyaratan termasuk perizinan dari DPRD dan komunikasi dengan OJK," tutup pria kelahiran Pekanbaru itu.

Sebelumnya, Prasetio menyayangkan keputusan Anies-Sandi untuk melepas saham 26,25 persen milik Pemprov DKI di PT Delta Djakarta Tbk. Alasannya, karena dividen yang diterima Pemprov DKI selama ini cukup besar.

"Saya menyayangkan keputusan itu. Mengingat perusahaan tersebut telah memberikan dividen cukup besar setiap tahunnya. Dan berkontribusi terhadap PAD. Sayang sekali ya kalau sampai dilepas sahamnya," kata Pras kepada wartawan, Rabu (16/5/2018).

Selain itu, Pras juga menegaskan, meski Anies-Sandi telah menyatakan melepas saham tersebut, namun semuanya harus melalui keputusan DPRD DKI lewat rapat paripurna. Nantinya dalam rapat paripurna, ditambahkan politisi PDIP itu, DPRD DKI akan mengkaji keputusan Anies-Sandi untuk melepas saham di PT Delta. Ia menegaskan harus ada alasan yang kuat untuk itu.

"Ya, keputusan melepaskan saham itu harus dikaji terlebih dahulu dong. Dan juga harus melalui pembahasan di DPRD DKI. Nanti akan diputuskan dalam rapat paripurna. Jadi kalau ada keputusan dari paripurna itu, ada alasan dan aturan yang kuat untuk melepas saham tersebut," ujarnya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image