DPR Temukan Pungli Tarif Karcis Bus di Terminal Purabaya

Adi Suprayitno

Image
Bambang Haryo Soekartono (baju batik) ketika sidak di Terminal Purabaya | AKURAT.CO/Adi Suprayitno

AKURAT.CO, Memasuki hari pertama puasa ramadhan, Anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo Soekartono melakukan sidak ke Terminal Purabaya, Sidoarjo. Dalam sidak tersebut ditemukan pungli tarif karcis bus.

Temuan pungli tarif karcis bus tersebut ketika Bambang Haryo mengroscek buku table harga resmi yang dimiliki oleh petugas Dishub Surabaya yang bertugas di Terminal Purabaya. Untuk bus jurusan Probolinggo batas bawah harganya Rp 9.500, sedangkan batas atasnya harga Rp 15.500. Namun penumpang ditarik Rp 18.000 dan turis harganya Rp 20.000.

“Ini penipuan yang dilegalisasi. Karena informasi pusat sudah dilegalisir oleh pemerintah. Satu kesalahan besar aparat perhubungan, ini menterinya harus turun juga. Saya ngecek di bis, tiket dijual Rp 18.000. Boleh menjual batas atas, tapi jangan menjual Rp 18.000 jelas penipuan,” kata politisi asal Partai Gerindra tersebut, Kamis (17/5/2018).

baca juga:

Taufik Kurniawan Ingatkan Aparatur Negara Netral di Pilkada 2018

Ketua DPR Ingatkan Masyarakat Tak Pilih Cakada Tangkapan KPK

Bamsoet: Pilih Pemimpin yang Miliki Rencana Realistis, Tak Gerogoti APBD

Bambang Haryo juga geram karena proyektor daftar harga tidak dipasang di area yang dilewati penumpang. Proyektor tersebut dipasang di lantai satu, sebelah kanan. Mengingat penumpang yang akan naik bis langsung menaiki escalator menuju lantai 2, sehingga daftar harga diproyektor tidak diketahui oleh penumpang.

Selain pungli harga tiket, Bambang Haryo juga menemukan trayek tidak sesuai ketentuan. Seperti halnya bis jurursan Jember, namun kernet bis menjual tiket jurusan Pasir Putih. Dengan begitu dikhawatirkan ada penumpang yang diturunkan di tengah jalan.

“Ini penipuan yang luar biasa. Ini tidak boleh terjadi di dunia transportasi. Kalau masyarakat tidak percaya ke transportasi masal, semua akan naik motor semua. Maka akan terjadi banyak kecelakaan karena masyarakat tertipu,” paparnya.

Sementara Kasub Unit Terminal Purabaya, Harjo mengatakan, sebenarnya tariff sudah tertera. Dirinya menganggap Bambang Haryo hanya menggali informasi dari lapangan. Padahal sudah ada ketentuan resmi sendiri batas atas dan batas bawah dari Dishub Surabaya.

“Kalau bus patas diserahkan operator (perusahaan otobus) dan konsumen,” katanya.

Harjo mengaku Dishub sudah mempunyai proyektor daftar tariff bus, hanya saja dipasang di bagian informasi sehingga masyarakat tidak tahu. Layar monitor daftar tarif bus dari provinsi sebenarnya sudah ada. Hanya saja saat ini terminal Purabaya sedang renovasi sehingga lokasinya digeser dan tidak bisa maksimal.

“Nanti usai koordinasi dengan provinsi akan kami pasang layar monitornya,” pungkas Harjo. []

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image