Warga Putat Jaya Tolak Pemakaman 7 Terduga Teroris

Adi Suprayitno

Image
Pemakaman 7 terduga teroris yang ditolak warga | AKURAT.CO/Adi Suprayitno

AKURAT.CO, Rencana pemakanan tujuh teroris yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Surabaya, Kamis petang batal dilaksanakan. Warga sekitar makam Putat Jaya menolak rencana pemakaman ini karena salah satu warganya ada yang menjadi korban dalam ledakan bom ini.

Lubang kuburan yang sudah di gali, ditutup paksa kembali beramai ramai oleh warga. Dengan beramai-ramai warga mengembalikan tanah kuburan dengan pacul dan sekrop untuk menutup galian kuburan.

"Kami sudah tahu ada 7 lubang makam sejak siang tadi. Kami kira untuk siapa. Ternyata untuk teroris," kata Hariono, salah satu warga Putat Jaya, Kamis (16/5/2018).

baca juga:

Tito : Polri Amankan 110 Terduga Teroris Terkait Bom Surabaya

Bom Bunuh Diri Guncang Kabul, 12 Orang Tewas dan 31 Terluka

Bom Bunuh Diri di Pintu Masuk Pertemuan Ulama

Ketika warga menutup tujuh lubang, petugas penggali makam TPU saat tidak di lokasi. Proses penutupan 7 lubang makam oleh warga berlangsung hingga pukul 17.30 Wib.

"Saya tidak tau darimana asal terorisnya. Kok tiba-tiba dimakamkan disini. Akhirnya kami sepakat menutupnya," tegas Hariono.

Hariono mengaku warga tidak bisa menghalanginya pemakaman jika tetap dimakamkan di Putat Jaya karena makam umum yang dikelola Pemkot Surabaya. "Apalagi pasti yang ngawal pemakaman bawa senjata. Mana berani kita melawan," sambungnya.

Sementara Nanang Sugiharta, Ketua RW.08 Putat Jaya Surabaya menegaskan, salah satu korban peledakkan merupakan warga Putat Jaya yang bernama Danil Putra Kusuma. Maka warga merasa keberatan dengan pemakaman terduga teroris dimakamkan di Putat Jaya.

“Intinya warga keberatan.Permasalahan salah satu korban adalah warga kami,” katanya

Meskipun makam umum milik Pemkot Surabaya, Nanang tetap bersikukuh karena masuk area Putat Jaya, Kelurahan Sawahan. Bahkan asal daerah terduga teroris sendiri menolaknya menerima pemakamannya

“Ini memang makam milik Pemkot. Biasanya untuk mister X (tidak jelas keluarga). Tapi berbeda dengan teroris, maka kami menolaknya,” tegasnya. []

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image