1 Warga, 2 Domba: Kebijakan Baru Qatar di Bulan Ramadan

Budi Prasetyo

Image
Para ilmuwan dari University of Cambridge melatih domba mengenali wajah manusia | MGN ONLINE

AKURAT.CO, Masyarakat Qatar gemar memakan daging domba. Khusus pada bulan Ramadan, konsumsi domba di negeri itu biasanya meningkat pesat. Rata-rata konsumsi domba per kepala akan mengalami kenaikan.

Namun untuk tahun ini, pemerintah Qatar akan memperketat konsumsi domba oleh warganya. Jumlah konsumsi setiap warga akan dibatasi, karena khawatir menganggu stok daging domba secara nasional. Hal ini dikarenakan perekonomian negeri itu tidak stabil pasca diboikot oleh negara Teluk tetangganya.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Qatar (MEC) mengeluarkan kebijakan baru. Mereka mengizinkan setiap warga dewasa Qatar membeli hanya dua ekor domba selama bulan puasa ini, tidak boleh lebih. Hal ini dalam rangka memastikan tidak kurangnya stok kebutuhan daging domba selama Ramadhan. Demikian dilansir Middle East Monitor (14/5).

baca juga:

Kecuali Dua Komoditas Ini, Selama Ramadan Bahan Pokok Terkendali

Sandiaga: Harga Bahan Pangan di Jakarta Stabil

Halal Bihalal

Saat membeli domba, setiap warga Qatar diminta menunjukkan identitas dirinya. Hal ini untuk menghindari pembelian ganda oleh warga yang sama. Kebijakan ini pertama kalinya diterapkan di Qatar. Sebelumnya, negeri ini tidak pernah membatasi konsumsi domba oleh warganya. Semenjak Juni tahun lalu, Qatar diboikot secara ekonomi oleh negara tetangganya, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain.

Negara-negara tersebut menuduh Qatar mendukung terorisme. Aksi boikot ini berdampak serius terhadap perekonomian Qatar. Karena semenjak diboikot, Qatar dilarang menggunakan wilayah udara, sehingga menganggu aktifitas ekspor-impor negeri itu. Aksi boikot juga berdampak terhadap suplai kebutuhan air warga Qatar yang sebelumnya tergantung pada negara-negara tetangganya itu.

Namun aksi boikot ini justru memicu motivasi Qatar untuk lebih mandiri dalam perekonomiannya. Mereka secara bertahap berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap negara tetangganya. Termasuk kebutuhan konsumsi daging. Dalam Strategi Pembangunan Nasional 2018-2022, pemerintah Qatar berusaha secara memenuhi secara mandiri 30 persen kebutuhan daging hewan ternak dan 65 persen ikan di dalam negerinya.

Secara bertahap, Qatar berupaya memenuhi target tersebut. Pada awal aksi boikot, Qatar sempat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negerinya. Pemerintah Qatar harus mengalihkan impor dagingnya dari Australia. Saat itu, sebanyak 60 pesawat digunakan untuk mengangkut 4.000 sapi ke Qatar.

Qatar tidak bisa menggunakan jalur yang sebelumnya biasa digunakan. Kini sudah hampir satu tahun Qatar berada dibawah boikot. Negeri itu tetap berusaha untuk bertahan memenuhi kebutuhan ekonomi dalam negerinya.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image