Tiga Orang Jadi Tersangka Gara-gara Menambang di Tahura

Rusdianto

Image
Penambangan ilegal | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Penambangan ilegal kian merajalela. SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda, Balai Gakkum LHK Kalimantan, pada selasa (11/4) sekitar pukul 22.00 WITA, melakukan penindakan terhadap aktivitas penambangan ilegal di dalam kawasan Tahura Bukit Soeharto, Samboja.

Petugas saat itu mengamankan 12 orang untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, diamankan juga barang bukti berupa 1 unit excavator dan sembilan unit dump truk. Dari hasi pemeriksaan, penyidik hanya menetapkan tiga orang tersangka, yakni seorang pengemudi dump truk berinisial S, operator alat berat berinisial AM dan pengawas lapangan berinisal RW.

"Ketiga tersangka saat ini dititipkan di Rutan Polresta Samarinda, sedangkan barang bukti berupa 1 unit excavator dan dump truk diamankan di kantor Balai Gakkum LHK Samarinda," kata Kepala Balai Gakkum LHK Kalimantan, Subhan, Kamis (17/5).

baca juga:

Harga Emas Antam Menanjak

FOTO Menilik Tambang Emas Terbesar di Ontario, Kanada

Harga Emas Antam Melonjak

Dijelaskannya, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diterima tim intelijen balai Gakkum LHK Samarinda, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengintaian terhadap aktivitas penambangan ilegal itu.

"Tim operasi menemukan adanya galian yang diduga aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan 12 orang dengan menggunakan 1 unit excavator dan sembilan unit dump truk," paparnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 17 huruf a dan huruf c junto pasal 89 ayat 1 dan pasal 90 huruf 1 Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1,5 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. []

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image