Semarak Ramadan 1439 H

Ini Hasil Jajak Pendapat 'Ramadan di Timur Tengah'

Budi Prasetyo

Image
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyelenggarakan pengajian dengan agenda utama tahlilan dan doa bersama untuk Almarhum TKI yang dieksekusi mati di Arab Saudi. | Dok. KBRI Riyadh

AKURAT.CO, Berbeda dengan sejumlah negara lain yang mengalami penurunan, sebagian besar tenaga kerja profesional di Timur Tengah dan Afrika Utara justru merasa lebih produktif selama bulan Ramadhan. Demikian hasil survei terbaru lembaga konsultan Bayt.

Survei tahunan ini menemukan bahwa 81,7 persen pekerja mengatakan mereka merasa lebih produktif. Sementara 14,8 persen perkerja menjawab produktivitas mereka tidak berubah meski berpuasa. Hanya 3,5 persen yang mengatakan mereka menjadi kurang produktif selama bulan Ramadhan ini.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa 61,4 persen responden menjawab bahwa selama Ramadhan beban kerja mereka meningkat. Sementara 21,7 persen responden mengatakan beban kerjanya mereka tetap sama, dan 16,9 persen mengatakan menurun.

baca juga:

Pizza Kurma Buah Zaitun dan Ramadan

Intip Keunikan Masjid Dengan Miniatur Kabbah di Makassar

Ussy Terharu Lihat Anaknya Ikut Aksi Sosial

Memasuki bulan Ramadan, jam kerja di Timur Tengah dan Afrika Utara berubah. Survei ini juga memotret persepsi pekerja soal perubahan jam kerja ini. hasilnya, mayoritas (87,7 persen) responden mengatakan mereka puas dengan jam kerja mereka yang baru. Hampir setengah (54,6 persen) responden mengatakan bahwa mereka cenderung mengambil hari libur selama bulan Ramadhan.

Selain itu, bulan Ramadhan juga berpengaruh pada meningkatnya hubungan antar pekerja. Menurut survei ini, sebanyak 89,6 persen responden mengatakan bahwa Ramadan meningkatkan hubungan mereka dengan rekan kerja. Hasil menarik lainnya dari survei ini adalah mayoritas responden (88,4 persen) setuju dengan pandangan bahwa bulan Ramadan 'adalah saat yang tepat untuk merefleksikan tujuan pribadi dan profesional mereka'.

Menanggapi hasil surveinya, Suhail Masri, wakil presiden Bayt, menyimpulkan bahwa Ramadan adalah bulan yang luar biasa bagi para pekerja di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

"Mereka tidak hanya merefleksikan kehidupan pribadi, spiritual, dan profesional mereka, mereka juga menjadi lebih fokus dan produktif," kata Masri.

Survei berjudul 'Ramadhan di Timur Tengah' 2018 ini dilakukan secara online mulai 3 Maret hingga 11 April 2018. Survei ini menjangku 9.149 responden, dari berbagai negara dintaranya Uni Emirat Arab, Bahrain, Aljazair, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Yaman dan lainnya.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image