Masjid Tua Jakarta

[FOTO ESAI] Wisata Religi dan Sejarah Perjuangan di Masjid Si Pitung

Sopian

Image
Masjid Al Alam Si Pitung di di Jalan Marunda Besar, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara | AKURAT.CO/Sopian

Bulan ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk melakukan wisata religi di sejumlah kawasan di Jakarta. Salah satunya adalah wisata ke Masjid Al Alam atau biasa dikenal dengan sebutan Masjid Si Pitung.

Keberadaanya memang cukup jauh dan terpencil di ujung utara Jakarta, tepatnya di Jalan Marunda Besar, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Lokasinya pun berada dekat dengan kawasan pesisir dimana banyak kapal-kapal nelayan dan kapal pesiar berlabuh.

Menurut sejarah, Masjid Al Alam ini dibangun oleh para Walisongo saat menempuh perjalanan dari Banten ke Jawa. Karena itu, nama asli masjid ini Al-Auliya atau masjid yang dibangun wali Allah.

Kisah sejarah lain menyebutkan bahwa pendiri masjid Al Alam adalah Fatahilah dan pasukannya pada tahun 1600-an, setelah mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa. Ada keyakinan di masyarakat Marunda, bahwa Fatahillah membangun Masjid Al-Alam hanya dalam tempo waktu satu hari saja.

Kenapa disebut masjid Si Pitung, karena lokasinya berdekatan dengan rumah pahlawan Betawi tersebut. Menurut cerita masjid ini pun juga tempat si Pitung mencari ilmu agama dan berlatih seni bela diri.

Masjid Al Alam dari segi bentuk bangunan ukurannya lebih mirip dengan musala. Namun banyak keistimewaan dan menjadi kebanggaan masyarakat Marunda khususnya, bahwa masjid ini sarat akan nilai sejarah perlawanan terhadap penjajah.

Arsitektur bangunan utama hanya 10 x 10 m per segi, atapnya berbentuk yang joglo ditopang empat pilar bulat seperti kaki bidak catur. Mihrab (ruang kecil tempat imam salat) yang pas dengan ukuran badan menjorok ke dalam tembok, berada di sebelah kiri mimbar. Uniknya masjid ini berplafon setinggi dua meter dari lantai dalam.

Lubang kecil berbentuk setengah oval di bagian kiri masjid Al Alam. Diketahui sebagai tempat pengintaian terhadap tentara musuh. Banyak pejuang tokoh Betawi bersembunyi di masjid ini saat dikejar oleh Balanda. Menurut cerita mereka akan selamat karena bila bersembunyi di Masjid ini mereka tidak akan kelihatan.

Di dekat masjid tersebut ada sebuah sumur yang digunakan untuk berwudu para jamaah masjid dan mitosnya sumur ini mempunyai berbagai khasiat. Hampir semua dari mereka yang membawa pulang air untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Beberapa pengunjung mengaku enteng jodoh setelah meminum air dari sumur tersebut.

Meskipun sumur ini berada di kawasan pesisir namun rasa airnya tidak bercampur dengan air laut yang mempunyai rasa asin. Serta air di sumur masjid ini masih tetap mengalir dan tidak kering meski musim kemarau.

Tiap bulan suci ramadan, masjid ini banyak dikunjungi oleh warga dari berbagai daerah, baik yang hanya untuk sekedar mampir salat wajib atau melakukan itikaf (bermalam di masjid), dan ada waktu berbuka puasa bersama, salat tarawih serta ceramah diwaktu-waktu tertentu.

Telepas dari semua kisah legenda pada masjid ini, bila melihat tahun pembangunannya, Masjid Al Alam ini merupakan masjid tertua di Jakarta dan sangat wajar bila kemudian di tahun 1975 pemerintah provinsi DKI Jakarta menetapkan Masjid Al Alam sebagai Cagar Budaya. []

AKURAT.CO/Sopian

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image